FHI Kota Medan : Berikan Kami Kesempatan Untuk Mengabdi

KBRN, Medan : Forum Honorer Indonesia Kota Medan menilai pemerintah masih setengah hati dalam memperhatikan nasib mereka. Hal ini terbukti dengan tingginya nilai passing grade yg diwajibkan bagi guru guru honor dalam mengikuti tes PPPK.

"Para guru honorer telah  menuju sebuah kesempatan menjadi seorang guru dengan status bernama PPPK. Namun sejak hari pertama hingga hari keempat, banyak guru honorer yang mengaku sangat kecewa karena nilai yang mereka peroleh tak mencapai passing grade meskipun telah mendapatkan afirmasi dari pemerintah" ujar Fahrul.

Menurutnya jika pemerintah tidak segera menurunkan passing grade, maka pihaknya tidak yakin target pemerintah merekrut 1 juta guru PPPK di Indonesia dan 1.200 guru PPPK di Kota Medan tahun ini  akan tercapai. 

“Ada dua kali kesempatan lagi, tahap 2 dan tahap 3 untuk mengikuti tes bagi yang belum lulus passing grade pada tahap 1. Saya pesimis target 1 juta guru di Indonesia dan 1.200 guru di Medan bisa terpenuhi tahun ini. Karena hasil tes kompetensi teknis jauh di bawah rata-rata. Semoga saja, kegalauan saya ini salah,” ujarnya.

Dikatakan Fahrul, pengabdian para guru honorer tidak dihargai sebagai salah satu afirmasi oleh pemerintah. Padahal selama ini, di saat pemerintah kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, guru honorerlah yang menjadi garda terdepan untuk mengisi kelas kekosongan dan ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Habis manis sepah dibuang, begitulah kira-kira pepatah yang tepat menggambarkan nasib mereka para guru honorer. Artinya, setelah mencapai sebuah tujuan, pemerintah melupakan orang atau siapa saja yang telah membantu untuk mencapai tujuan tersebut,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00