Soal Ujian Susah, Passing Grade Ketinggian, FHI Kota Medan minta Pemerintah Buat Kebijakan

KBRN, Medan : Tes seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara nasional sudah dimulai sejak Senin hingga Kamis (16/9/2021) lalu.  Namun hasilnya, hanya segelintir guru honorer di Kota Medan yang berhasil mencapainya nilai passing grade (ambang batas) yang ditetapkan pemerintah.

Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan Fahrul Lubis pun tak menampik ketika ditanya mengenai masalah ini. Diakui dirinya banyak mendapat pengaduan dari guru honorer yang mengikuti seleksi PPPK di Kota Medan, kalau passing grade yang ditetapkan terlalu tinggi. 

“Ini terbukti, setelah 4 hari ujian bahkan sampai kemarin, guru-guru honorer banyak mengadu perihal soal ujian yang sangat susah dan passing grade yang terlalu tinggi,” kata Fahrul Lubis melalui sambungan telphone, Minggu (19/9/2021).

Untuk itu, lanjut Fahrul, para guru honorer di Kota Medan meminta agar pemerintah menurunkan passing grade yang mereka nilai sangat memberatkan para guru honorer. 

“Nilai passing grade PPPK melebihi ujian CPNS. Mereka baru bisa lulus dengan nilai minimal 500. Sementara yang mengikuti ujian kebanyakan mendapat nilai di bawah 400, bahkan paling tinggi 420. FHI Kota Medan berharap, pemerintah segera merubah aturan passing drade yang terlalu tinggi, kita minta agar segera diturunkan passing gradenya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00