Rumah Penduduk Jadi Sarang Peredaran Narkoba, Epza : Jangan Ada Pembiaran

KBRN, Medan : Santernya kabar tentang adanya satu unit rumah milik inisial S (75) yang di duga dijadikan sebagai tempat mengkonsumsi sekaligus pesta narkoba jenis Sabu di Wilayah Hukum Polres Medan Utara mendapat sorotan dan kecaman dari pengamat hukum dan sosial Sumatera Utara (sumut) Eka Putra Zakran, SH MH (EPZA). 

Hal itu disampaikan EPZA kepada rri.co.id Jumat (17/9/2021) di Medan.

Alumni Magister Hukum Kesehatan UNPAB Medan itu menyesalkan adanya kesan pembiaran atas keberadaan rumah sebagai tempat aktivitas bagi pengguna barang haram tersebut.

"Negara saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi peredaran narkoba, sabu dan jenis narkotika lainnya, sebab itulah diharapkan agar masyarakat berperan serta mendukung program pemerintah tersebut, bukan malah menyediakan tempat bagi pengguna atau pecandu narkotika tersebut" ujar Epza.

Menurutnya jika benar ada rumah masyarakat dibuat sebagai tempat berpesta narkoba jenis sabu atau jenisnya , apalagi aparat penegak hukum tutup mata, maka hal ini dinilai Epza sudah sangat  keterlaluan.

"Jangan lah sampai aparat tutup mata, harus segera diungkap ini. Jika benar rumah milik S dibuat tempat nyabu, maka S harus bertanggung jawab secara hukum" katanya

Epza menuturkan hingar-bingar terdengar kabar bahwa masyarakat di sekitar lokasi tersebut mulai resah, karena sudah berlangsung sejak lama. Siang malam kabarnya para pemakai atau pecandu sabu datang bergantian ke rumah tersebut. Namun yang mengherankan menurut Epza aparat kepolisian  belum melakukan  tindakan.

'Menurut informasi yang berkembang adapun lokasi rumah S tersebut terletak di belakang Mesjid Al Mutaddin Lingkungan 22, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Selaku warga Kota Medan, khususnya Medan Utara, saya sangat menyesalkan adanya rumah masyarakat yang dijadikan sebagai tempat yang disewakan untuk mengkonsumsi narkoba. Usaha atau bisnis menyediakan tempat ini bagi pengguna sabu dengan modus atau dalih apapun menurut saya gak benar, apalagi kalau sudah berlangsung lama. Semacam lokalisasi jadinya ini, aparat harus bergerak, jangan tutup mata. Kasihan anak cucu kita. Apalagi masyarakat sekitar mulai gerah" ungkapnya kesal

Epza mengatakan jangan sampai pembiaran dari aparat hukum, berakibat pada pengguna Sabu di Kota Medan semakin meningkat. 

"Pendeknya jangan sampai ada aksi saling backing membacking dari penyedia tempat dengan parat hukum. Jangan pula kegiatan seperti ini dibuat sebagai ajang atau ranah mencari makan. Atau dengan alasan apapun gak boleh, karena sabu dan sejenisnya sudah jelas merupakan musuh negara, jadi harus diperangi" tegasnya

Kejahatan terhadap narkoba, sabu dan sejenisnya ungkap Epza jangan  dipandang sebelah mata, tapi ia merupakan extra ordinary crime, yaitu kejahatan luar biasa, karena menyangkut masa depan anak bangsa.

"Sebab itu tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak berperan serta dalam konteks pemberantasan peredaran atau pemusnahan tempat mengkonsumsi sabu tersebut" pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00