Pangkotrad di Wilayah Toba Bisa Wujudkan Toba Wisata Dunia

KBRN, Toba: KPOTI Sumatera Utara bersama KPOTI Kabupaten Toba menyelenggarakan pelatihan pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional dan penyematan Bunda Permainan Tradisional Kabupaten Toba. Acara diikuti 35 peserta dari 6 kabupaten/kota, yakni Pematang Siantar, Toba, Simalungun, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara.

Pelatihan pembentukan Pangkotrad ini dibuka langung asisten 2 Pemkab Toba Sahat Manulang, di Museum T.B Silalahi Center, Suposurung Balige, Kabupaten Toba, jumat (22/10) lalu. 

Pembentukan Pangkotrad di Kabupaten Toba merupakan zona ke empat dari 5 zona yang dipilih KPOTI Sumut. Ini merupakan upaya KPOTI dalam pemajuan kebudayaan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional khususnya di Kabupaten Toba yang masih kental dengan budaya dan kaarifan lokalnya yang masih melekat. Serta juga destinasi wisata yang terkenal hingga ke mancanegara.

Ketua Umum KPOTI Sumut Agustin Sastrawan mengatakan hadirnya KPOTI di Sumatera Utara adalah untuk menggali, membumikan, mengembangkan, dan melestarikan kembali olahraga tradisional dengan tujuan utamanya adalah menjaga ketahanan budaya.

"Ikhtiar KPOTI  adalah untuk memajukan kebudayaan sesuai dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional. KPOTI Sumut tentu siap bersinergi dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota, instansi, dan lembaga masyarakat untuk secara bersama- sama menggali kembali potensi yang ada di Kabupaten Toba dan Kabupaten yang ada disepantaran Danau Toba", tegasnya.

Ditambahkannya, permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan alat pemersatu bangsa yang didalamnya terdapat nilai luhur yang diajarkan, saling menghargai, toleransi, dan cinta tanah air. Hal inilah yang harus dirawat dan dijaga bersama, sejalan dengan nilai yang terkandung dalam pancasila. 

Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP yang diwakili oleh ibu Yelvi Azwita dalam sambutannya mengapresiasi langkah nyata yang ditunjukkan KPOTI Sumut dalam mengenalkan kembali permainan tradisional kepada seluruh masyarakat khususnya di Sumatra Utara dengan membentuk Pangkalan Olahraga Tradisional di 250 Desa di Provinsi Sumatera Utara.  

"BPIP sangat mengapresiasi gerakan yang dipelopori oleh KPOTI Sumut dalam membumikan permainan rakyat dan olahraga tradisional,  BPIP tentunya akan mendukung penuh upaya ini dan akan terus berkolaborasi dengan KPOTI dengan menghadirkan Panca Main Indonesia yang saat ini sedang kita sosialisasikan bersama dilingkup pendidikan,  institusi pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan. Dengan cara ini kita akan mempopulerkannya kembali sebagai alat pendidikan karakter dan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara". Ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00