Pembelajaran Tatap Muka Harus Mematuhi Protokol Kesehatan

Kasi Pendidikan Madrasah Kementeriaan Agama Kota Medan Yose Rizal

KBRN Medan : Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementeriaan Agama Kota Medan Drs. H. Yose Rizal MM meminta kepada orang tua siswa untuk menekankan kepada anak-anaknya agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan seiring dengan telah diizinkannya pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah dan madrasah Kota Medan.

"Alhamdulillah sesuai petunjuk pemerintah, Medan sudah berada di Level 2 penyebaran Covid-19, sehingga sekolah mendapat izin dibuka kembali," kata Yose Rizal di ruang kerjanya, Kamis (21/10).

Kasi Penmad menjelaskan, kendati PTM telah diberikan izin tapi bukan berarti seluruh siswa sudah dapat hadir seluruhnya ke sekolah. Karena itu PTM yang diizinkan masih sekitar 75 persen dari seluruh jumlah siswa.

Begitu juga dengan waktu belajarnya dikurangi dari waktu normalnya 45 menit perjam menjadi 25 menit untuk satu jam pelajaran.

Sedangkan untuk materi ajar, ungkap Yose tetap diupayakan memenuhi materi ajar yang telah ditetapkan RPP oleh pemerintah.

"Ya! Waktu belajar harus dipersingkat guna menghindari timbulnya kluster baru penyebaran virus corona," ungkap Yose.

Namun begitu Kasi Penmad tetap menjamin bahwa PTM terbatas itu dapat memenuhi standar minimal proses belajar siswa, terutama terhadap materi bahan ajar, pembentukan karakter siswa maupun beberapa hal penting yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan siswa.

Sedangkan jumlah siswa yang melaksanakan PTM terbatas belum 100 persen, hal itu semata untuk menghindari terjadinya kerumunan anak dalam waktu relatif panjang, karena dikhawatirkan akan memicu kluster baru penyebaran Covid-19.

Dalam keterangannya Yose berharap kepada seluruh siswa madrasah khususnya MI dan MTs yang mengikuti PTM tersebut dapat mematuhi protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Hal itu semata agar PTM yang telah mendapat restu tidak menjadi kluster baru, sehingga siswa dapat belajar di sekolah walaupun untuk sementara waktu diterapkan beberapa pembatasan," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00