Tekan Kasus Covid-19, IDI Medan Gandeng Milenial

KBRN, Medan : Angka kasus Covid-19 di Kota Medan masih terus meningkat. Hingga Senin (17/8/2020), tercatat 5.690 kasus konfirmasi positif.Ketua IDI Cabang Medan dr Wijaya Juwarna SpTHTKL melalui Ketua Satgas Covid-19 IDI Medan, dr Marzuki Samion mengatakan, dalam upaya mendukung pemerintah menekan jumlah kasus baru Covid-19 yang masih meningkat khususnya di Medan, IDI Cabang Medan menggandeng para milenial yang berasal dari mahasiswa kedokteran dan kesehatan masyarakat.

"Kami mendukung niat baik para milenial yang memiliki semangat tinggi dalam memutus mata rantai Covid-19. Akan tetapi, perlu didukung dan diarahkan," ujar dr Marzuki sesaat melepas para milenial yang akan turun ke jalan di Kantor IDI Cabang Medan, Senin (17/8/2020).

Dijelaskannya, sebagai kegiatan awal para milenial tersebut membagikan masker di beberapa lokasi di Medan. Selain itu, turut mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan virus corona dan sekaligus mengcounter informasi hoaks tentang Covid-19.

"Bukan sekedar membagi-bagikan masker saja, tetapi juga mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa virus corona ada di tengah-tengah kehidupan kita saat ini. Untuk itu, perlu diedukasi bagaimana menghadapi dan mencegah agar tidak tertular," terangnya.

Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah I se-Sumatera, M Fahriza Winaldha Nasution mengatakan, para milenial ini berasal dari mahasiswa bidang kesehatan, seperti fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat USU, UINSU, UMSU, Universitas HKBP Nomensen, Universitas Methodist, dan lainnya.

"Ini baru langkah awal dan bukan hanya sekali secara serentak, tetapi akan dibuat rutin. Harapannya, bisa membantu pemerintah dalam menekan angka kasus baru Covid-19 di Medan, Sumatera Utara dan Pulau Sumatera," ungkap Fahriza.

Ia menyebutkan, ada 5 lokasi yang menjadi sasaran untuk membagikan masker dan mengedukasi tentang Covid-19. Antara lain, seputaran Lapangan Merdeka, Stadion Teladan, Taman Ahmad Yani, Jalan Pancing dan Medan Johor.

"Harapan kami, masyarakat menjadi lebih peka terhadap bahaya virus corona. Dengan begitu, angka kasus baru bisa menurun," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00