5.723 Warga Sumut Terinfeksi DBD

KBRN, Medan : Sebanyak 5.723 warga Sumatera Utara (Sumut) terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari hingga Agustus 2019. Dari jumlah tersebut, 30 orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Kepala seksi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular(P2P) Yulia Maryani mengatakan, pihaknya terus melakukan program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sebagai upaya menanggulangi penyakit tersebut.

“Program Jumantik itu, ada orang yang diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari rumah ke rumah," katanya di Medan, Jumat (01/11/2019).

Selain program jumantik, Dinkes Sumut terus menyebarkan informasi waspada DBD terhadap lintas program dan lintas sektor serta stakeholder daerah. Survey faktor risiko DBD juga terus dilakukan di beberapa kabupaten/kota dengan tujuan mengetahui faktor risiko yang ada di daerah.

Tidak hanya itu, pertemuan tatalaksana kasus DBD di beberapa kabupaten/ kota juga dilakukan untuk penegasan bagi petugas pelayanan kesehatan tentang SOP tatalaksana kasus DBD sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan. 

"Kita juga mengkoordinasikan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J) di beberapa kabupaten/kota, dengan tujuan terbentuknya SK jumantik tingkat kabupaten/kota dan tersusunnya tim dan terlaksananya G1R1J. Dan, penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang ditemukan serta pendistribusi logistik DBD," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Sumut, selama Januari sampai Agustus 2019, dari 33 kabupaten kota se-Sumut, tercatat sejumlah daerah dengan DBD tertinggi, yakni Kota Medan sebanyak 839 terinfeksi meninggal 6 orang, Kabupaten Deli Serdang 1.056 terinfeksi dan meninggal 1 orang, Kabupaten Asahan dengan 496 terinfeksi meninggal 4 orang, dan Kabupaten Simalungun sebanyak 481 terinfeksi dan 3 orang meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00