Pandemi Covid-19 Belum Usai Prokes Jangan Kendor

KBRN, Medan : Pandemi covid-19 belum usai, maka prokes harus tetap dijalankan dan jangan kendor terutama menggunakan masker.

Hal ini disampaikan, drg Tina Arriani M.Kes,  melalui rilis yang diterima, Jumat (24/9/2021).

drg. Tina mengatakan Pemerintah Pusat, melalui Kementerian dalam Negeri juga mengumumkan bahwa Kota Medan kini mulai menerapkan PPKM level 3 hingga tanggal 4 Oktober 2021.

“Kita mendukung apa yang disampaikan Wali Kota Medan tersebut, bahkan masyarakat utamanya yang sudah sembuh dari Covid-19, untuk tetap menjaga stamina. Terutama mereka yang kena covid itu, memiliki penyakit peserta seperti diabeth maupun jantung.

Dengan menjaga stamina,akan mampu meningkatkan imunitas tubuh,”ungkapnya.

Diungkapkan,  pemerintah perlu perduli dengan kondisi masyarakat yang sedang berada pada situasi level 3 ini.

Karenanya, pemerintah tetap perlu menghadirkan pelayanan prima untuk masyarakat.

Tina menyarankan  agar dihadirkan Aplikasi Digitalisasi Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di Kota Medan yakni, Simplifikasi Pelayanan Medis Berbasis IT.

Menurutnya, aplikasi ini sebagai sarana prasarana untuk menunjang digitalisasi pelayanan kesehatan, karenanya harus didukung tenaga medis spesialis agar masyarakat bawah yang mempunyai penyakit kronik seperti diabetes  melitus, jantung dan lainnya.

“Dengan aplikasi ini akan dapat menerima pelayanan spesialis di puskesmas dengan digital atau zoom yang didampingi dokter umum tanpa harus ke rumah sakit karena jauh dan cost biaya ongkos mahal  serta tidak menumpuk/kerumunan  dan antri di rumah sakit , ditambah image masyarakat masih takut berobat ke rumah sakit karena dicovidkan,” ujarnya.

Keuntungan lain dengan layanan aplikasi digitalisasi pelayanan itu  bagi pemerintah.

1. Dalam bentuk, paper less mengurangi kertas  berkas,ktp,kartu keluarga dan rekam medis. Karena semua data pasien dan riwayat sakit pasien serta perawatan yang sudah diterima pasien lengkap ada di dalam aplikasi.

2. Tidak perlu menyimpan berkas lagi  dan mengurangi kerja petugas kesehatan untuk mengarsip data pasien.

3. mendukung Go green yang mengurangi sampah.

4. Lebih  efektif dan efisien. Semua data pasien di Kota Medan dapat dilihat dan jenis penyakit dapat terdata jumlahnya,misal berapa banyak pasien jantung  di Kota Medan tahun  2021 sehingga mudah menganggarkan dana  penyakit  mana yang prioritas untuk kesehatan masyarakat.

5. Kinerja petugas medis di Kota Medan terukur dan bisa dievaluasi dari jumlah angka kesakitan tiap penyakit.

6.Cost lebih murah sehingga cost yang ada bisa di pakai ke tempat lain yang prioritas.

7. Dengan aplikasi itu akan mengurangi jarak. Pasien menengah ke bawah tetap bisa menerima pelayanan spesialis untuk penyakit kronik di puskesmas, tidak harus ke puskesmas untuk mengurangi antrian karena  sudah daftar online dan mengisi aplikasi tentang penyakitnya lengkap  sebelum berobat dan  puskesmas mana yang dipilih serta dokternya siapa yang menangani.

“Hanya dengan klik aplikasi ,kita isi semua keluhan kita dan semua data lengkap. Termasuk maping jumlah dokter spesialis dan membuat jadwal jaga masing-masing  dokter spesialis  di puskesmas via zoom  di masing masing puskesmas, tetapi pasien tetap didampingi dokter umum.

Pasien dapat mengisi status penyakitnya sendiri dan keluhannya sehingga tetap tersimpan di bank data,” sebutnya sembari berharap Simplifikasi Pelayanan Medis Berbasis IT segera terwujud.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00