Bea Cukai Teluk Nibung  Sosialisasikan Beredar nya  Rokok Ilegal di Program Numpang Nampang

KBRN, Medan : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Teluk Nibung terus berupaya untuk mensosialisasikan beredarnya Rokok Ilegal, Salah satu upaya sosialisasi yang dilakukan ialah mengudara bersama lewat Radio Pro 2 FM RRI Medan di Program Numpang Nampang. Selasa,(12/9/21).

Sosialisasi ini berguna untuk melindungi masyarakat dari peredaran rokok ilegal. Dalam peredarannya, tidak semua orang sadar dan mengerti bahwa rokok yang beredar di masyarakat sudah legal atau belum.

Hisar Dohardo selaku pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Teluk Nibung mengatakan, terkadang mereka tidak memperhatikan kemasan rokok yang dibelinya, yang penting rokok yang menjadi seleranya sudah di tangan, hal tersebut sudah cukup.

“Harga rokok yang sangat murah menjadi ketidaktauhan masyarakat kalau rokok tersebut ilegal belum terdapat cukai yang membuat rokok tersebut aman untuk diedarkan”,ucap Hisar Dohardo di acara Numpang Nampang Pro 2 FM RRI Medan , di Medan, Selasa (12/9/21) pagi.

Acara yang dilaksanakan dengan durasi 60 Menit tersebut  membahas semua hal terkait dengan rokok ilegal, mengenal apa itu rokok ilegal, apa yang menjadi ciri dari rokok ilegal, kenapa bisa beredar rokok ilegal dan juga dijelaskan tentang fungsi dan tugas Bea Cukai Teluk Nibung dalam melakukan pengawasan rokok ilegal yang beredar.

Mereka juga menjelaskan Rokok ilegal itu adalah rokok yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku di bidang cukai. Rokok yang tidak dilekati pita cukai ,Rokok yang dilekati Pita Cukai , tetapi ternyata palsu/bekas, Rokok yang dilekati Pita Cukai , tetapi tidak sesuai Peruntukannya, contohnya ni ya, ada rokok isinya di kemasan jumlah 20 batang, tapi di pita cukainya tertulis cuma 12 batang. 

“Artinya yang dibayar cukai hanya 12 batang, Rokok yang dilekati pita cukai namun salah personalisasi. Contohnya yaitu Pita Cukai yang harusnya milik Perusahaan A tapi dilekati ke rokok Perusahaan B,”tambah Hisar Dohardo.(Arguanda Pribadi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00