Pedagang Tradisional di Kota Medan Akan Divaksin

Bobby Nasution

KBRN, Medan : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong vaksinasi pedagang pasar tradisional sebagai upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

"Ini sesuai program pemerintah pusat, vaksinasi tahap II dilakukan pada orang-orang yang melakukan pelayanan publik," kata Bobby di Balai Kota, Jumat (26/2/2021).

Bobby berharap program vaksinasi ini bisa terlaksana cepat dan tepat di Kota Medan.  Sosialisasi ke masyarakat pun akan diperkuat.

"Kita mengutamakan vaksin ke tempat-tempat yang terjadi kerumunan, seperti yang diatur pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Program vaksinasi tahap II yang ditujukan ke pelayanan publik akan dimanfaatkan dengan maksimal oleh menantu Presiden Jokowi ini. 

"Jadi nanti, pedagang-pedagang pasar harus cepat divaksinasi. Nanti kita lihat bagaimana tempat-tempat yang berpotensi penyebaran Covid-19, seperti terminal juga," terangnya.

Vaksinasi juga dilakukan kepada tenaga pendidik, sehingga program belajar tatap muka bisa terlaksana. Bobby melarang siswa untuk bersekolah sepanjang tenaga pendidik belum menjalani vaksinasi. 

"Nanti akan didiskusikan data konkrit dengan Sekda. Misalnya sudah 40% tenaga pendidik di vaksin, sekitar 20% siswa bisa belajar tatap muka," tandasnya. 

Sebelumnya, Bobby menyampaikan pidato perdana di Gedung DPRD Kota Medan. Dalam pidato tersebut, alumni Agrobisnis IPB ini menyampaikan rencana-rencana dalam membangun Kota Medan, serta pemulihan ekonomi masyarakat. Dia mengajak seluruh legislatif dan Forkopimda berkolaborasi menata Kota Medan menuju kota metropolitan.  

"Ini harus kita dukung, ini harus kita jalankan," ujarnya.

Permintaan pertama adalah menghilangkan egosentris lembaga. Ia juga  mengajak DPRD Kota Medan menjadi satu kesatuan, sehingga dapat mempercepat pembangunan dan pelayanan kota Medan. 

"Suasana harmonis juga harus diciptakan sehingga ruang partisipasi masyarakat bisa betul-betul dinikmati masyarakat," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00