Harga Kedelai Berpotensi Makin Mahal

Kacang kedelai (ilustrasi/int)

KBRN, Medan: Harga komoditi kedelai yang saat ini sudah cukup mahal, diprediksi masih akan tinggi lagi seiring dengan rencana importir kedelai menaikkan harga. Rencana itu seiring dengan sejumlah persoalan yang mereka hadapi untuk mendatangkan komoditi tersebut ke Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Medan pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ramli Simanjuntak, mengatakan pada inspeksi yang sudah dilakukan pada pekan lalu, diketahui para importir belum menaikkan harga mereka ke distributor. Yakni seharga 8.850 rupiah per kilogram,

Itu karena harga yang mereka terima dari pasar global juga belum mengalami kenaikan. Namun sejak Desember 2020 lalu sebenarnya telah terjadi kenaikan ongkos pengiriman yang memaksa mereka ikut menaikkan harga. 

"Disamping itu ada pula perubahan jadwal pengiriman yang berdampak pada ketersediaan stok mereka di dalam negeri," sebut Ramli.

Masalah lain yang dihadapi, kata Ramli, adalah kondisi produksi di sentra kedelai dunia yakni Amerika Serikat dan Argentina yang mengalami gagal panen. Sehingga memicu peningkatan harga komoditi kedelai di pasar internasional.

Meski begitu, Ramli mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor distribus kedelai, baik itu importir maupun distributor, untuk tidak berspekulasi memainkan harga. Termasuk menaikkan harga secara tidak wajar ataupun menahan distribusi untuk menaikkan harga.

"Apalagi saat ini China juga melakukan pembelian besar-besaran untuk komoditi kedelai," pungkasnya. 

Saat ini sendiri harga jual kedelai di sejumlah pasar tradisional mencapai hampir Rp15 ribu per kilogram. Jauh dibandingkan harga sebelumnya yang hanya 6500. Sementara di pasar global sat ini, kedelai dihargai USD 13,78 per bushel atau sekira 25 kilogram.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00