Polisi Selidiki Kenaikan Harga Kedelai di Sumut

Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP Mangantar Pardamean Nainggolan (ist)

KBRN, Medan: Polda Sumatera Utara menyelidiki penyebab lonjakan harga kacang kedelai di Sumatera Utara. 

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat pada Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, AKBP Mangantar Pardamean Nainggolan, menyebutkan untuk keperluan penyelidikan tersebut, saat ini Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sumut sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 

Tim gabungan ini akan turun ke sejumlah pasar guna mencari distributor komoditi tersebut. Para distributir dicari untuk memastikan tidak adanya aksi spekulasi yang mereka lakukan sehingga membuat harga kedelai melonjak tinggi. 

"Satgas Pangan akan mengambil tindakan tegas terhadap distributor jika dengan sengaja mempermainkan harga kedelai sehingga memicu kenaikan harga komoditi strategis itu," sebut Nainggolan. 

Nainggolan berharap, dengan turunnya satgas pangan ini, diharapkan dapat kembali menormalkan harga kacang kedelai di Sumatera Utara.

"Kemudian, harga tahu maupun tempe di pasaran dapat kembali normal," ujarnya.

Selain Kepolisian, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga sudah memulai penyelidikan atas lonjakan harga kedelai yang kini telah mencapai Rp12 ribu per kilogram. Kepala Kantor Perwakilan KPPU Medan, Ramli Simanjuntak, menyebut pihaknya tengah menelusuri informasi dari pedagang dan mengkonfrontasinya dengan para distributor dan importir kedelai. 

Sejauh ini, kata Ramli, pihaknya masih melihat pembentukan harga kedelai masih sesuai dengan mekanisme pasar atau dengan kata lain belum ada temuan kesepakatan harga (kartel) antara para importir maupun distributor. Namun pihaknya masih akan terus menelusuri, karena harga di tingkat importir yang masih Rp8850 per kilogram, sangat jauh jika dibandingkan harga di pasaran. 

"Masih kita telusuri, ada tiga importir lagi dan para distributor mereka belum kita periksa. Sementara masih sesuai mekanisme pasar. Tapi kita belum tahu hasil temuan kita ke depannya," sebut Ramli.

"Tapi yang pasti kita tegaskan kepada para importir dan distributor untuk tidak berspekulasi menetapkan harga atau menahan distribusi untuk menaikkan harga," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00