886,6 Ton Daging Ayam Beku Dari Sumut Dipasok Ke Batam , Balikpapan dan Banjarmasin

KBRN, Belawan : Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya peningkatan lalu lintas produk pertanian, khususnya daging ayam sepanjang Januari hingga Juni 2020.

Tercatat fasilitasi pemeriksaan karantina terhadap produk asal sub sektor peternakan ini sebanyak 886,6 ton ke tiga kota masing-masing Batam sebanyak 799,6 ton, Balikpapan sebanyak 63 ton  dan Banjarmasin sebanyak 24 ton.

"Serangkaian tindakan karantina telah dilakukan terhadap komoditas ini, agar terjamin sehat, aman dan layak dikonsumsi masyarakat," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7).

Menurut Hasrul, jumlah fasilitasi ini meningkat dibandingkan lalu lintas pasa periode sama di tahun 2019 yang hanya tercatat sebanyak 714 ton saja. Ke Batam 699,4 ton sedangkan ke Banjar Masin hanya 15 ton

Sebelum dilalulintaskan melalui Pelabuhan Belawan, Hasrul juga menyebutkan pihaknya memastikan alat angkut yang digunakan telah sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Daging ayam beku ini harus disimpan dengan suhu penyimpanan -21°C, sehingga mutu  daging ayam dapat terjaga dengan baik.

"Setelah produk dan alat angkutnya memenuhi persyaratan, maka komoditas asal peternak di Kabupaten Deli Serdang ini mendapatkan Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH12) dari pejabat Karantina Pertanian yang bertugas," tambah Hasrul.

Pengawasan 11 Bahan Pangan Pokok

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menjelaskan bahwa Karantina Pertanian Belawan, seperti halnya unit pelaksana teknis karantina pertanian diseluruh tanah air berada ditempat-tempat pengeluaran dan pemasukan, yakni pelabuhan, bandar udara, pos lintas batas negara dan dan kantor pos. "Kami melakukan tugas ini di border atau batas negeri," jelasnya.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk memastikan ketersediaan 11 bahan pangan pokok (daging ayam salah satunya), Barantan bertugas untuk memastikan kelancaran distribusi antar area disamping jaminan kesehatan dan keamanannya.

"Dukungan sarana dan prasarana berupa laboratorium uji, SDM yang mumpuni dan kerjasama dengan berbagai pihak, kami mengawal kelancaran distribusi dan keamanan pangan dan pakan bagi masyarakat, khususnya 11 jenis bahan pokok ini," tutup Jamil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00