Ekspor Kentang Sumut Meningkat 10 kali Lipat Sepanjang Pandemi

KBRN, Belawan : Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya kenaikan yang signifikan terhadap ekspor kentang sepanjang masa pandemi, Januari hingga Juni 2020.

Tercatat selama periode semester 1/2020 ekspor kentang yang dilalulintaskan dari pelabuhan Belawan mencapai 412,2 ton dengan nilai Rp. 1,850 miliar, sementara pada periode sama di tahun 2019 hanya tercatat sekitar 45,5 ton senilai Rp. 448 juta saja.

“Dari catatan kami dua negara tetangga menjadi tujuan ekspor komoditas asal sub sektor hortikultura Sumut ini,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul saat mendampingi kunjungan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) dan Kepala Badan Karantina Pertanian (Ali Jamil) ke Kabupaten Humbahas, pekan lalu.

Hasrul menjelaskan  ekspor kentang ke Singapore 7 kali dengan volume 66, 7 ton nilai ekonomis Rp.725 juta. Sedangkan ke Malaysia 46 kali sebanyak 345,5 ton, perkiraan nilai Rp. 1,1 miliar. Sementara di tahun 2019, hanya 45,5 ton. Jadi peningkatannya hampir sepuluh kali lipat, jelas Hasrul.

Menurut Hasrul , Varietas Unggulan yang Ditanam Petani Kentang Sumut diantaranya , Varietas Atlantik Lokal Median merupakan jenis kentang yang banyak digunakan untuk cemilan kentang, dan lebih tahan terhadap penyakit.  Varietas Granola L memiliki bentuk oval dan kulit warna Kuning hingga putih dan memiliki daging warna kuning. Kentang Varietas Granola juga tahan terhadap penyakit.

Kemudian Varietas Cipanas merupakan kentang sayur unggul. Ciri dari varietas ini memiliki kulit yang berwarna putih dan permukaan rata. Dan warna daging umbinya berwarna kuning. Salah satu keunggulan varietas cipanas tahan terhadap penyakit busuk daun Pytophthora infestans. Namun varietas cipanas mudah terserang nematoda Melodogyne sp dan layu bakteri Pseudomoans solanacearum.

“Ini adalah varietas unggulan yang ditanam petani di Sumut. Selain produktivitas yang dikawal oleh Direkrotat Jendral teknis dan dinas pertanian terkait, fasilitasi perdagangannya juga kami kawal, agar dapat memenuhi persyaratan teknis di negara tujuan,” tutup Hasrul.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00