Saudi Resmi Hapus Visa Progresif Umrah

KBRN, Jeddah : Pemerintah Arab Saudi resmi menghapus aturan visa progessif untuk umrah yang telah diberlakukan sejak tahun 2016.

Konjen RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin telah mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

"Sore tadi saya terima konfirmasi bahwa ada dekrit raja yang membatalkan progressif umrah visa fee. Jadi kembali ke mekanisme sebelumnya, biayanya flat SAR300," kata Hery Saripudin usai acara Malam Anugerah Haji 2019 di Kantor Urusan Haji di Jeddah, Selasa malam (10/9/2019), Waktu Arab Saudi (WAS).

Hery menuturkan, sebelumnya visa progressif diberlakukan bagi jemaah yang

pernah berumrah dengan paspor yang sama dalam periode tertentu yakni sebesar SAR2.000.

"Jadi yang dihilangkan yang 2.000," ungkapnya.

Menurut Hery, banyak hal yang membuat Pemerintah Arab Saudi akhirnya menghapus kebijakan tersebut. Salah satunya karena Pemerintah Saudi memiliki ambisi yang tinggi untuk mencapai target visi 2030 yakni 30 juta kunjungan jemaah umrah.

"Kalau kita tarik lagi sepertinya Pemerintah Saudi ingin mendiservikasi ekonominya tidak hanya tergantung dari minyak, tapi dari berbagai ekonomi resources, umrah ini termasuk," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Endang Djumali. Dia mengungkapkan, penghapusan aturan tersebut diumumkan

Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Sulaiman Al-Massaath, Selasa sore Waktu Arab Saudi.

Menurut Endang Djumali, kebijakan tersebut kemungkinan akan diberlakukan dalam waktu dekat ini.

"Saya kira setelah diresmikan dan diumumkan oleh Wakil Menteri Haji sore tadi, mungkin seminggu kemudian sudah diberlakukan untuk dihilangkan progressifnya" tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen PHU Nizar Ali menyambut baik kebijakan tersebut karena

tidak ada lagi hambatan bagi jemaah Indonesia yang ingin melakukan umrah berkali-kali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00