Kembangkan Peternakan Sumut, ISPI Akan Datangkan Investor dari Jerman

KBRN, Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi dan menyambut baik perkumpulan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Sumut yang akan membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam hal pengembangan peternakan. ISPI Sumut juga berencana mendatangkan investor dari Jerman untuk pengembangan peternakan tersebut.

"Saya akan support apa yang bisa dibantu dalam memajukan peternakan ini, apa yang bisa dilakukan Pemprov Sumut ke depan," ucap Edy Rahmayadi saat menerima audiensi perkumpulan ISPI Sumut di Medan, Rabu (26/1/2022).

Meski begitu, Edy Rahmayadi meminta nantinya dalam hal perencanaan dan pengelolaan pengembangan peternakan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai prosedur. Tidak hanya mengedepankan bisnis semata, namun juga pada kesejahteraan masyarakat.

Edy meyakinkan bahwa kondisi geografis di Sumut sangat memungkinkan dalam hal pengembangan peternakan tersebut. Di antaranya di Kabupaten Padanglawas yang memiliki lahan peternakan yang sangat potensial untuk dikembangkan, baik dari daging dan juga susu.

 

Kemudian pada ISPI Sumut, Edy berharap, untuk dapat memilih seluruh mahasiswa peternakan terbaik, yang nantinya akan bergabung bersama pemerintah untuk bekerja sama dalam pengembangan peternakan tersebut.

"Sudah lama saya minta ini, sudah tiga tahun saya menjabat, namun tidak terealisasi juga. Saya minta segera kumpulkan mahasiswa peternakan terbaik yang ada," katanya.

Sementara Sekjen PB ISPI Joko Susilo menyampaikan, tujuan dari audiensi tersebut menawarkan ISPI bergabung dengan pemerintah, guna membantu pengembangan peternakan di Sumut.

"Kami berharap bisa bersinergi dalam hal peternakan di Sumut, dan kami ingin berkontribusi dalam pembangunan di Sumut," ucap Joko.

Joko mengatakan, ISPI memiliki program nasional yang telah melakukan survei geografis untuk pengembangan peternakan. Dari hasil survei tersebut Provinsi Sumut dan Jawa Timur sangat berpotensi menjadi lokasi pengembangan peternakan yang akan dilakukan ISPI.

 

Untuk pengembangan peternakan tersebut, pihaknya juga nantinya akan menggandeng investor dari Jerman.

"Kami membutuhkan lahan Pak, sekitar 15 hektare untuk lokasi peternakan nantinya," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar