Pedagang Kecil di Medan Menilai Kebijakan Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah Nambah Sengsara Masa Pandemi Covid-19

KBRN, Medan: Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya pedagang gorengan di Kota Medan menilai kebijakan pemerintah akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah di pasar bakal menambah kesesangraan di tengah Pandemi Covid-19.

Salah satu pedagang gorengan di kawasan Jalan Turi, Kecamatan Medan Kota, Frayy Ahmad (20) mengatakan kebijakan tersebut kian membuat pedagang kecil sepertinya menjadi lebih sengsara. Ahmad menyebut selesih harga minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan cukup jauh.

Disebutnya, dalam sehari untuk memenuhi keperluan dagangannya, dia bisa membutuhkan 10 kilogram minyak goreng yang dibeli dengan harga Rp16.000 per Kg.

"Sedangkan minyak goreng kemasan bisa sampai Rp25.000 sampai Rp30.000. Ya kalau bisa jangan dilaranglah minyak goreng ini," ungkapnya kepada RRI, Kamis (2/12/2021).

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan pedagang gorengan di kawasan Jalan Gedung Arca, Kecamatan Medan Kota, Juned (50). Dia mengaku miris melihat kebijakan larangan minyak goreng curah yang harganya memang layak untuk pedagang kecil sepertinya.

Apalagi dia menyebut dalam sehari gerainya membutuhkan hingga 20 Kg minyak goreng yang dibeli seharga Rp16.000 per Kg.

"Kalau bisa jangan ditarik. Gimana kami pedagang gorengan ini. Untuk daya beli masyarakat saja belum stabil di masa Pandemi Covid-19 ini. Gimana mau beli minyak goreng kemasan yang harga sangat mahal," ungkapnya.

Seperti diketahui rencana larangan peredaran minyak goreng curah tersebut rencananya akan diberlakukan per 1 Januari 2022 mendatang. Pemerintah sendiri mengklami pemberlakuan kebijakan itu untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasar. Bahkan pemerintah juga menyebut minyak goreng curah tidak baik untuk kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar