Merdeka Belajar

rumah_pendiri_nu_di_kediri_170421_pf_2.jpg

KBRN, Medan: Setiap tanggal 2  Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas. Di tahun ini, Hardiknas  jatuh pada hari Minggu kemaren masih di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti tahun lalu.

"Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar". Menjadi tema hardiknas, menjadi istimewa sekaligus sebagai refleksi karena mendikbud berganti menjadi Mendikbud Ristek. Tentu ini menjadi arah bagi masa depan pendidikan Indonesia kedepan. Ada sejumlah makna dari arah pendidikan nasional dengan bergantinya nomenclature menteri, salah satunya adalah Penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter; serta aturan  PPDB Zonasi

Namun pada prinsipnya Pendidikan di masa pandemi tidak hanya masalah virus Covid 19 namun juga pendidikan sebagai fondasi sumberdaya manusia dan peradaban sehingga jika salah arah maka akan salah juga tujuan pencapaian bangsa kita Indonesia.

Memperingati Hari Pendidikan Nasional merupakan refleksi kembali kepada  Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajr Dewantara dengan semboyannya: "Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani", yang artinya "Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan. Karenanya transformasi arah pendidikan nasional saat ini harus tetap bersandar pada sejarah, agar pendidikan menghasilkan generasi bangsa yang gemilang.

Editorial ditulis oleh Fetika Andriyani

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00