Pungli Tak Pandang Bulu

Foto:Ilustrasi

KBRN, Medan: Tekat walikota Medan Bobby Nasution  memberantas pungli atau pungutan liar menjadi prioritas kerjanya tentu diapreasi. Tekad ini Ia realisasikan saat Ia mencopot Hermanto, Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan patut diacungi jempol.

Pungli ibarat penyakit lama yang sudah kronis, parah sehingga sulit disembuhkan kecuali melalui tindakan dokter. Begitu pula dengan pungli hanya bisa  disembuhkan bila ada tindakan tegas.

Di layanan publik, pungli kadang tidak terlihat namun ada dan merugikan. sudah mem budaya dan sudah mendarah daging di negeri ini. Pungli sudah bukan lagi rahasia umum, hampir setiap tempat dapat kita temui terutama di lembaga-lembaga pelayanan publik, baik pemerintah maupun non pemerintah dan berlangsung secara terbuka dan transparan tanpa ada perasaan bersalah bagi para pelaku pungli. Semua dilakukannya dengan sadar untuk mendapatkan penghasilan lebih dan memperkaya diri.

Terlebih di situasi pandemi saat ini, tindakan pungli tentu tak dapat dibiarkan, setidaknya ada dua pasal Kitab Undang Undang Hukum Pidana dapat dikenakan pada pelaku praktik pungutan liar atau pungli, ancaman hukumannya penjara maksimal sembilan tahun.

Pungutan kecil ataupun besar, namanya tetap pungli alias pungutan liar. Apakah aturan ini sudah diterapkan dengan benar..? Yang kita harapkan sanksi dan hukuman tidak hanya tajam dibawah namun juga ke atas tanpa pandang bulu

Editorial ditulis oleh : Fetika Andriyani

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00