Antisipasi Nekat Mudik

dom_1616754321.jpg

KBRN, Medan: Pemerintah mengambil langkah makin tegas dengan meniadakan mudik Lebaran 2021. Langkah yang diyakini mampu mengendalian penyebaran virus corona. Pelarangan ini mencakup pengurangan operasi moda transportasi darat, kereta api, luat dan udara lintas kota-kabupaten, provinsi atau negara. Meski begitu sejumlah perjalanan tetap diizinkan yang mencakup para pelaku perjalanan penerbangan perintis, transportasi laut ke pulau kecil, dan transportasi logistik.

Apakah masyarakat akan mematuhinya. Ternyata tidak Melihat survei Kementerian Perhubungan, 11% masyarakat  menyatakan tetap akan mudik meski ada larangan. Dengan angka itu, ada potensi 27,6 juta orang yang akan mudik tahun ini di tengah larangan.

Mudik sebagai momentum silaturahmi tidak tergantikan dengan teknologi. Sehingga dengan masyarakat yang nekat mudik maka pemda dan kepolisian serta sektor terkait sejak dini perlu mengantisipasi .

Mudik sebagai arus pergerakan dari daerah ke daerah lain, maka antar propinsi akan lebih mudah dengan persyaratan ketat moda transportasi umum. Bagaimana dengan antar kota di dalam propinsi, inilah yang perlu diantisipasi oleh pemerintah dan pemda. Tidak pun dengan transportasi massal, masyarakat bisa mudik dengan kendaraan pribadi. Jangan sampai kegembeiraan mudik menjadikan Covid meningkat dan menjadi tidak terkendali. 

Editorial ditulis oleh : Fetika Andriyani

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00