Waspada Cuaca Ekstrim Memasuki Musim Pancaroba

ist

Memasuki Musim pancaroba atau Peralihan musim hujan Ke  Musim Kemarau   Di Indonesia  mulai bulan  April ini  biasanya akan diikuti dengan terjadinya fenomena alam ekstrem. Fenomena alam ekstrem  atau yang sering disebut  cuaca  ektrim  di masa pancaroba ini ,  ditandai  dengan  terjadi  hujan lebat  berdurasi singkat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es.

Potensi cuaca ekstrem dan dampak yang ditimbulkan selama memasuki masa pancaroba atau peralihan musim tahun ini  tentu juga terjadi di Sumatera Utara.

Sebagian wilayah di Sumatera Utara , seperti  Kabupaten Nias,  Madina , Tapanuli Selatan , tapanuli Utara , Karo  Dan Samosir dalam beberapa hari ini  mengalami Cuaca ekstrem  angin kencang , puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir,  yang mengakibatkan   beberapa rumah warga  rusak ditimpa pohon ,  tanah longsor,  bahkan jadwal   jalur pelayaran kapal  Di  danau toba   terpaksa harus ditunda karena anginkencang  dan ombak Tinggi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam Siaran  Persnya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena alam ekstrem yang terjadi di masa pancaroba pada April hingga Mei 2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan , dampak yang dapat ditimbulkan Cuaca  ekstrim ini  seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin  selama memasuki masa pancaroba tahun ini, harus diwaspadai

Salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat. Pada pagi hingga -siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas cukup terik yang diikuti dengan pembentukan awan yang signifikan  . Sementara  hujan dengan  intensitas tinggi dalam durasi singkat  secara Umum  juga bisa  terjadi pada periode siang-sore hari.

Perubahan cuaca secara tiba-tiba dari panas ke hujan atau dari hujan ke panas, biasanya imunitas tubuh  akan terganggu .  dan mudah terserang penyakit terutama penyakit saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek dan batuk.

Kondisi  cuaca ekstrem ini  , harus lebih diwaspadai  ,  terlebih disaat yang bersamaan dengan masa  pandemi covid-19  yang  yang masih menjadi acaman di tengah masyarakat.

Dikutip dari laman bmkg.go.id, disebutkan bahwa virus corona cenderung lebih stabil dalam lingkungan suhu udara dingin dan kering dibandingkan dengan suhu udara panas atau tropis. Kondisi suhu udara dingin juga dapat melemahkan imunitas seseorang dan mengakibatkan orang tersebut lebih rentan terhadap virus.

Oleh karena itu,  perlu diperhatikan kondisi  cuaca saat akan beraktifitas  diluar rumah , terapkan  gaya hidup yang sehat. jaga  kebersihan lingkungan , agar  tubuh memiliki imun  yang kuat  dan siap dalam menghadapi segala kondisi yang ada .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00