Bayi Kembar Siam dalam Pemantauan Ketat Dokter Ahli 

Tim medis RSUP HAM memberi keterangan terkait kondisi bayi kembar siam Adam - Aris, Kamis (21/1/2021). Foto : RRI/Widya

KBRN, Medan : Bayi kembar siam Adam dan Aris mendapat pemantauan ketat dari dokter ahli Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), usai menjalani operasi pemisahan. Pemantauan dilakukan selama tiga hari ke depan hingga kondisi bayi berusia 1 tahun tersebut benar-benar stabil.

“Bayi saat ini masih dirawat di ICU anak. Kita membutuhkan paling tidak pemantauan ketat ini 3x24 jam pertama ini. Itu memang pengawasannya sangat ketat sehingga informasi yang sangat teknis kita tidak bisa juga sampaikan, hanya kondisi kedua bayi relative stabil sampai detik ini,” kata Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam, dr Rizky Adriansyah SpA (K) dalam konferensi pers di Medan, Kamis (21/1/2021). 

Salah seorang dokter spesialis bedah anak yang mengoperasi Adam dan Aris, Dr dr Erjan Fikri M Surg, SpBA (K) mengungkapkan, pemantauan ketat akan dilakukan selama 3-5 hari ke depan oleh dokter spesialis anak untuk mengantisipasi jika terjadi perburukan pasca operasi. Sebab, pasca operasi kondisi pasien sangat mudah berubah. 

“Dokter-dokter anak ahli intensif ini akan menginap di sini, menjaga kalau terjadi perburukan. Karena selesai operasi bisa macam-macam yang terjadi. Untuk mengantisipasi itu, tidur di sini karena memonitornya jam per jam. Misalnya kalau terlalu banyak gerak, lasak, naik tensinya, bisa saja terjadi perdarahan, itu yang harus dipantau. Masing-masing anak harus dipantau dokter spesialis anak yang sudah menyandang predikat konsultan gawat darurat ICU.,” jelasnya. 

Sementara dokter bedah plastik, Utama Abadi Tarigan menambahkan, meski kondisi bayi pasca operasi masih stabil, namun pihaknya tetap memantau secara ketat terutama penutup perut kedua. 

“Penutupnya itu masih vital kondisinya. Tapi itu pun perlu pemantauan ke depannya, mungkin 3x24 jam atau lebih, kita lihat lagi apakah penutup kulitnya itu bisa bertahan dengan baik atau tidak. Kalau pun tidak kita sudah punya langkah-langkah berikutnya untuk dilakukan,” pungkasnya. 

Operasi pemisahan bayi kembar siam Adam-Aris memakan waktu cukup lama hampir 10 jam karena luasnya bagian yang harus dioperasi, yakni seluruh perut dan sedikit bagian dada menempel sehingga organ dalam bayi ikut menempel yakni dinding jantung dan hati. Dimulai dari pukul 08.00 WIB, bayi asal Kabupaten Labuhanbatu tersebut baru dapat dipisah sekitar pukul 17.40 WIB dan operasi penutupan luka barus selesai sekitar pukul 09.00 WIB.  

Adam dan Aris merupakan putra pasangan  Nur Rahmawati (26) dan Supono (32), warga Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Mereka lahir di RSUP H Adam Malik pada 9 Desember 2019.

Lebih dari 50 tenaga medis dilibatkan dalam operasi pemisahan Adam dan Aris, di antaranya beberapa dokter subspesialis, terutama dokter spesialis bedah anak, dokter bedah jantung, dokter spesialis anestesi pediatrik, dan dokter spesialis anak. Seluruhnya merupakan tenaga medis yang bekerja di RSUP H Adam Malik, Medan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00