KPU Siap Hadapi Gugatan Pilkada di Sumut

Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin (int)

KBRN, Medan: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi permohonan gugatan sengketa Pilkada di Sumatera Utara yang telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Ketua KPU Sumatera Utara, Herdensi Adnin, mengatakan dari 23 daerah di Sumatera Utara yang menyelenggarakan Pilkada di Sumut pada 9 Desember 2020 lalu, hasil pemungutan suara dari 11 daerah di antaranya digugat ke Mahkamah Konstitusi. 

Yakni Kota Medan dan Kota Tanjung Balai, Kabupayen Asahan, Labuhan Batu dan Labuhanbatu Selatan. Kemudian Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Selatan dan Kabupaten Samosir. 

"Untuk surat pemberitahuan (adanya gugatan) resminya ke kita dari KPU RI sejauh ini belum ada. Tapi dari penelusuran kita di laman resmi Mahkamah Konstitusi, ada 11 daerah yang digugat," kata Herdensi kepada RRI, Rabu (20/1/2021).

Untuk menghadapi permohonan gugatan itu, sebut Herdensi, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan KPU Kabupaten dan KPU kota se-Sumateta Utara beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut komisioner KPU Kabupaten dan KPU Kota telah diminta untuk menyiapkan jawaban dan alat bukti terkait pokok-pokok gugatan yang diajukan pada pemohon.

"Surat dari KPU RI yang meminta teman-teman di daerah untuk menyiapkan jawaban dan alat bukti pendukung dari jawaban-jawaban itu sudah ada. Sudah kita sampaikan ke kawan-kawan di daerah. Pada intinya kita siap menghadapi gugatan tersebut," terangnya. 

Lebih lanjut mantan aktifis KontraS itu menuturkan bahwa permohonan gugatan Pilkada adalah hak konstitusional pasangan calon maupun pemantau pemilu di daerah-daerah yang hanya diikuti calon tunggal. KPU pun ditegaskan Herdensi menghormati hak konstitusional tersebut. 

"Kalau kata aktifits politik, gugatan hasil pilkada ini sebagai Jalan Demokrasi. Kita sebagai penyelenggara menghormati itu. Sebagai bentuk penghormatan, kita akan menjawab gugatan tersebut secara komprehensif," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00