Polres Tapteng Gelar Operasi Penertiban Knalpot Blong

KBRN, Tapteng: Satuan Lalulintas Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar operasi penertiban motor yang menggunakan knalpot blong. Operasi dilaksanakan secara bergerak di wilayah Kecamatan Pandan pada Senin malam kemarin. 

Operasi difokuskan pada dua titik jalan, yakni di persimpangan Jalan Faisal Tanjung Kelurahan Pasar Baru dan Jalan FL Tobing Pandan. 

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Kasubbag Humas AKP Horas Gurning, menyebutkan operasi tersebut dilakukan untuk menanggapi keluhan masyarakat Kecamatan Pandan dan sekitarnya yang terganggu dengan suara bising dari knalpot blong sepeda motor yang melintas di wilayah itu akhir-akhir ini.

“Bapak Kapolres memerintahkan untuk dilaksanakan razia kenderaan yang mempergunakan knalpot blong dan personil Polres Tapteng langsung melaksanakan razia yang dipimpin Kabag OPS Polres Tapteng Kompol Yengky Deswandi,” ujar Horas, Rabu (20/1/2021).

Dari hasil operasi tersebut, kata Horas, berhasil dijaring sebanyak 7 sepeda motor berknalpot blong. Mereka pun dijatuhi sanksi tilang.

“Dan bagi pemilik sepeda motor yang terjaring kita minta agar memasang kelengkapan sepeda motornya yang standard sebelum barang bukti dikembalikan,” lanjutnya.

Guna menekan angka pemilik kendaraan agar tidak menggunakan knalpot blong, Polres Tapteng juga menyampaikan beberapa point imbauan kepada masyarakat. Antara lain:

1. Pihak Kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap septor yang menggunakan knalpot racing/ knalpot blong. Sehingga masyarakat  merasa aman dan tidak terganggu terlebih pada jam istrahat. Selain tidak sesuai dengan standar, penggunaan knalpot dengan suara bising dapat mengganggu pendengaran dan kenyamanan masyarakat.

2. Pihak Kepolisian juga menghimbau kepada pemilik bengkel maupun toko penjual knalpot untuk tidak melayani permintaan untuk mengganti / menerima pemasangan maupun pemesanan knalpot blong kendaraan bermotor.

3. Rata – rata penggunanan kendaraan bermotor yang gunakan knalpot blong adalah anak remaja, dimohon kepada orangtua agar melakukan pengawasan kepada anaknya untuk ikut melarang penggunaan knalpot blong.

4. Penggunaan knalpot blong melanggar tata tertib berlalu lintas yang diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pasal 285 Ayat 1 dan Pasal 106 Ayat 3. Pengendara yang tidak memenuhi persyararatan teknis dan kelaikan jalan termasuk knalpot dapat dipidana paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00