Karo Waspada Bencana Hidrometeorologi

Brastagi. Foto : ist

KBRN, Medan : Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih tinggi di daerah pegunungan tersebut. 

“Kalau potensi pasti ada, karena Kabupaten Karo berada di dataran tinggi, jadi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi ini tinggi juga,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin Angin dalam dialog di RRI Medan, Selasa (19/1/2021). 

Natanail menuturkan, seluruh kecamatan di Kabupaten Karo berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi terutama longsor. Seperti beberapa waktu lalu terjadi longsor di beberapa kecamatan. Bahkan di Kecamatan Berastagi tepatnya di jalur KM 62 jalur Medan-Berastagi pada akhir Desember dan awal Januari terjadi longsor yang menimbulkan korban jiwa.

“Yang sering terjadi di Kecamatan Berastagi, Simpang Empat, Naman Teran dan Kecamatan Merek. Tahun lalu terjadi di Kecamatan Berastagi di jalur utama jalan penghubung Medan-Berastagi. Kita perhatikan akhir-akhir ini semakin tinggi intensitasnya dibandingkan dengan beberapa tahun lalu,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, sebagai antisipasi, pihaknya mengimbau warga terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana.

“Kita tingkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait sehingga kalau ada bencana terjadi, kita langsung cepat tangani sehingga tidak menganggu aktivitas dan meminimalisir korban jiwa,” jelasya.

Natanail mengakui bahwa BPBD memiliki banyak keterbatasan sehingga koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU, Dinas Sosial, Polres dan TNI terus dilakukan.

“Kita sudah melaksanakan beberapa kali apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi diantaranya pada akhir Desember lalu kita sudah lakukan apel gelar pasukan, gelar peralatan kita sejauh mana kesiapan kita menghadapi bencana,” ujarnya. 

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat juga rutin dilakukan mengingat tingginya potensi bencana di Kabupaten Karo. Selain erupsi Gunung Sinabung yang masih terjadi, juga ada longsor dan banjir.

“Masyarakat mau tidak mau harus aware karena kita ini berada di dataran tinggi yang potensi bencananya cukup tinggi, longsor, banjir, belum lagi gempa dan Gunung Sinabung yang belum berhenti erupsi,” ucapnya.

Dikatakan Natanail, masyarakat juga diedukasi untuk waspada jika terjadi hujan deras di wilayah tersebut karena dapat berdampak pada terjadinya bencana.

“Kalau hujan deras saja sudah harus kita waspadai. Cuaca cukup tinggi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Kabupaten Karo,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00