Gagal Divaksinasi, Ketua MUI Sumut Himbau Umat Jangan Ragu - Ragu

KBRN, Medan: Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait kehalalan Vaksin Sinovac dalam mencegah penyebaran Covid -19. Penyuntikan vaksin Sinovac dinilai aman seiring terbitnya otorisasi keamanan dan manfaat anti virus SARS CoV-2.

Proses vaksinasi juga telah dilakukan pemerintah Sumut, yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (14/1/2021) siang. Gubsu Edy Rahmayadi menjadi orang pertama yang divaksinasi oleh dokter Handoyo. Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksinasi Vaksin Sinovac pada 13 Januari lalu.

Menanggapi tentang asumsi kehalalan vaksin Sinovac, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak mengatakan, sesuai dengan Fatwa MUI pada 11 Januari lalu, vaksin asal China tersebut dinilai bersih, suci, dan halal. Apalagi hal itu diperkuat dengan uji klinis yang dilakukan BPOM Sumut yang menyatakan kandungan vaksin aman untuk disuntikkan ke tubuh.

“Setelah keluarnya Fatwa dari MUI nomor 2 tahun 2021 tanggal 11 Januari, maka dinyatakan bahwa vaksin ini adalah bersih, suci, dan halal. Suci artinya tidak mengandung najis baik najis pertengahan atau najis berat. Badan pengawas obat dan makanan pun sudah menyatakan aman,” kata Maratua.

Maratua juga mengajak seluruh umat muslim untuk tidak ragu – ragu menerima suntkan vaksin. Apalagi para petinggi negara dan daerah telah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin, guna memastikan masyarakat Indonesia bahwa vaksin tersebut aman.

“Kami Sebagai majelis ulama yang berada di Indonesia di bawah MUI pusat, kami menyampaikan kepada seluruh masyrakat agar tidak ragu – ragu untuk menggunakan vaksin ini apalagi sudah lihat pada tanggal 13 sudah mulai. Tanggal 14 gubernur Edy Rahmayadi sudah mulai dan menyatakan sudah dilaksanakan vaksin. Untuk itu, seluruh umat islam jangan ragu – ragu melaksanakan niat yang hanya untuk memelihara diri, menjaga kesehatan,” ajak Maratua.

Maratua yang juga ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ini, mengajak seluruh umat beragama di Sumut mengikuti aturan pemerintah untuk tidak menolak vaksinasi demi mendukung memutus rantai penyebaran Covid -19. “Kepada seluruh umat beragama di Sumut ini, ikutilah dan taatilah pemerintah kita. Niatnya baik dan menjaga kita. Mudah – mudahan covid -19 ini cepat segera diangkat tuhan dari bumi Sumut,” katanya.

Meski masuk dalam daftar 10 penerima vaksin termin pertama, namun Maratua akhirnya gagal menjalani vaksinasi. faktor usia yang membuatnya tidak bisa menerima vaksin. Sebab, hanya masyarakat yang berusia 18-59 tahun yang diperkenankan menerima vaksin.

“Itulah, saya baru di kasih tau hari ini. Saya pikir saya, saya sudah siap. Rupanya ditanya usia saya, memang tim medis tidak membolehkan. Aturannya kan saya urutan ke 10 yang divaksin,” kata Maratua. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00