Arief: Dialog Semakin Memperkuat Sinergi Menangkal Terorisme

Pejabat sementara Wali Kota Medan, Ir Arief Sudarto Trinugroho. Ist.

KBRN, Medan: Pejabat sementara Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang menggelar dialog mencegah dan menangkal faham radikal dan terorisme di tengah masyarakat, Selasa (1/12).

Dalam acara ini mengundang langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen. Pol. Boy Rafli Amar.

Arief berharap, dialog ini semakin memperkuat sinergitas antar unsur Forkopimda dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

“Selain memperkuat sinergitas, kita harapkan dialog ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya paham radikal dan terorisme," kata Arief.

Apalagi, kata dia, dalam acara ini dihadirkan beberapa mantan napiter dan umumnya mereka mengaku tidak ada manfaat yang diperoleh dari melakukan aksi teror tersebut.

Pada kesempatan itu, Arief mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dan selalu mewaspadai ajakan - ajakan untuk mengikuti paham radikal dan terorisme.

Irjen Boy menjelaskan, tugas lembaganya, yakni fokus melakukan upaya pencegahan penyebarluasan faham radikal intoleran dan terorisme.

Kemudian membangun kesiapsiagaan secara nasional baik dari unsur pemerintah, masyarakat, lintas agama, sosial serta suku.

“Peran BNPT adalah fungsi koordinasi termasuk dengan pemerintah di tingkat daerah," ujar Irjen Boy.

Sebab, lanjutnya menjelaskan, penindakan dilakukan oleh satuan tugas yang dilaksanakan oleh aparatur negara dalam hal ini aparat TNI-Polri.

Dalam bidang lainnya, khususnya pencegahan, BNPT melaksanakan amanat UU No.5/2018, membangun kesiapsiagaan nasional, melakukan kontra radikalisasi dan melakukan deradikalisasi.

Terkait aksi teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Kepala BNPT menjelaskan, saat ini sebanyak 800 personil TNI-Polri berada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Wilayahnya cukup luas, karena merupakan kawasan gunung dan berbatasan dengan Kabupaten Poso serta Kabupaten Parigi Moutong.

“Kawasan ini sangat luas dan masyarakat yang diganggu kelompok MIT yang dipimpin Ali Kalora bisa memasuki ketiga kabupaten tersebut. Jadi, kita mohon doa dari masyarakat agar tim TNI-Polri yang saat ini bertugas bisa secepatnya melumpuhkan para pelaku yang diestimasi kurang lebih sekitar 10 orang,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00