Viral, Seorang Pria Terekam Kamera Benturkan Kepala Bocah ke Meja Biliar

KBRN, Medan : Sebuah video aksi penganiayaan menjadi perbincangan (viral) di kalangan warganet (netizen).

Dalam rekaman berdurasi 57 detik itu, seorang pria terlihat meninju kepala seorang bocah beberapa kali. Pelaku bahkan sempat mebenturkan kepala seorang bocah ke meja biliar.

Yang semakin membuat netizen geram, karena pelaku juga memukul wajah seorang wanita yang belakangan diketahui sebagai ibu dari bocah tersebut.

Perempuan itu dipukul pelaku saat akan menarik putranya dari penguasaan pelaku. Saat itu tubuh bagian atas bocah tersebut memang diikat menggunakan bajunya sendiri.

Belum jelas kapan insiden itu terjadi. Namun informasi yang diperoleh, insiden itu terjadi di salah satu arena permainan biliar di Dusun Pekan Sei Birung, Kecamatan Bandar Kalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Arena permainan itu berada di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP James Hutagaol, membenarkan insiden itu terjadi di wilayah hukumnya. Ia bahkan mengaku pihaknya sudah menangkap pria pelaku penganiayaan dalam video tersebut.

"Iya benar, tersangka sudah kita tangkap. Inisialnya SP alias Salmon usia 62 tahun," kata Kapolres, Sabtu (24/10) malam.

Kapolres menuturkan, tersangka sudah mengakui perbuatannya seperti yang terekam dalam video tersebut. Tersangka juga menyebut aksi itu dilakukan secara sadar.

"Tersangka resmi kita tahan mulai hari ini," lanjutnya.

Kapolres menyebutkan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah Polisi menerima laporan dari korban DS (12) dan ibunya SRH (49).

"Jadi tersangka dilaporkan untuk 2 kasus. Yakni kasus penganiayaan yang  dilaporkan SRH dan kasus perlindungan anak atas laporan korban DS," paparnya.

Tersangka, papar Kapolres, diduga melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 80 Ayat (1) pada Undang-Undang Perlindungan Anak serta pasal tentang penganiayaan seperti disebutkan pada Pasal 351 Ayat (1) dan Ayat (4) KUHPidana.

"Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00