Tamin Sukardi Wafat di RS Royal Prima Medan

KBRN, Medan : Tamin Sukardi, pengusaha sekaligus terpidana kasus suap hakim Pengadilan Tipikor Medan, meninggal dunia di RS Royal Prima Medan.

Warga binaanpada Lembaga Pemasyarakatan Kelas I-Tanjung Gusta itu, meninggal dunia dalam status terkonfirmasi Covid-19.

Kabar wafatnya pemilik lokasi wisata Simalem Resort itu, dibenarkan Dokter Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Victor Sidauruk. Ia menyatakan Tamin Sukardi meninggal dunia setelah dirujuk ke rumah sakit sejak beberapa Minggu yang lalu.

"Iya benar, yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Meninggal saat dalam perawatan di RS Royal Prima Medan," sebutnya.

Sementara itu Kepala Seksi Perawatan pada Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Dakmenda, menyatakan Tamin Sukardi mengidap Covid-19 sejak 11 Oktober 2020. Tamin sempat dirawat di RS Bandung, kemudian dirujuk ke RS Royal Prima Medan.

Tamin memang memiliki riwayat sejumlah penyakit. Itu mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan serangan Covid-19.

Lihat juga : Gubernur Sumut Kecam Penyerangan Satgas Covid-19

"Usianyakan udah tua. Dia memiliki sakit bawaan, sehingga rentan terpaparnya Covid-19," sebut Dakmenda.

Untuk diketahui, Tamin adalah seorang pengusaha terkenal di Medan. Dia kemudian terjerat kasus korupsi dan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Putusan terhadap Tamin dibacakan pada Kamis, 4 April 2019 lalu.

Dalam kasus itu, Tamin terbukti bersama-sama dengan Hadi Setiawan alias Erik menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura.

Lihat juga : Melompat dari Lantai 12, Pasien COVID-19 Tewas  

Penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui panitera pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

Selain kepada Merry, Tamin juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada hakim Sontan Merauke Sinaga. Pemberian uang tersebut untuk memengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara yang hendak dipengaruhi yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00