Mahasiswa Padangsidempuan Aksi Jilid II Tolak UU Ciptaker

KBRN, Padangsidempuan: Mahasiswa kota Padangsidimpuan kembali menggelar aksi jilid 2, dalam penolakan UU Cipta Kerja omnibus law. 

Aksi mahasiswa kota Padangsidimpuan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Salak Berduri (Amisabi), juga terdapat masa dari KAMMI Padangsidimpuan.

Dalam aksi lanjutan dengan tujuan damai ini diharapkan tidak ada keanarkisan dan saling pukul antara satu dengan yang lain. Ketua KAMMI Padang Sidempuan Idriswan Siregar, tujuan aksi kali ini adalah mahasiswa dan rakyat kota Padangsidimpuan berharap agar DPRD ikut andil menolak UU omnibus law cipta kerja yang di sahkan oleh DPR RI.

"Kita berharap DPRD Kota Padangsidimpuan keluar menanggapi aspirasi mahasiswa dan tidak bertahan di dalam kantor DPRD Kota Padangsidimpuan. Tapi sangat kita sayangkan semua sikap DPRD Kota Padangsidimpuan, memang secara lisan mereka menolak secara pribadi. Akan tetapi tuntutan kita bukanlah demikian, kita tuntut DPRD Kota Padangsidimpuan agar mengeluarkan surat resmi terhadap penolakan UU omnibus law, ucap Idris beberapa silam.

Lebih lanjut dikatakan Idriswan, pihaknya merasa para dewan hanya mengumbar janji berupa ucapan menolak UU omnibus law. Namun ketika massa meminta pernyataan sikap DPRD Kota Padangsidimpuan tentang penolakan UU Cipta Kerja, mereka hanya mengeluarkan surat yang tidak kuat hukum.

"Kami adalah mahasiswa intelektual, bukan mahasiswa kaleng-kaleng, yang melihat surat apa adanya langsung menerima. 

Kami dari KAMMI Padangsidimpuan tetap menuntut DPRD Kota Padangsidimpuan, agar segera mengeluarkan surat resmi dari DPRD Kota Padangsidimpuan tentang penolakan UU omnibus law cipta kerja. Jika bapak DPRD Kota Padangsidimpuan tidak berkenan mengeluarkannya, kami pastikan akan turun aksi kembali," tegasnya. (Mulkan Hasan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00