Kasus Positif Melonjak Drastis, 33 Tenaga Kesehatan di Nias Terpapar Covid-19

Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli. Foto : RRI / Widya

KBRN, Medan : Kasus Covid-19 di Kepulauan Nias melonjak drastis hingga menular pada tenaga kesehatan. Saat ini, 33 tenaga kesehatan di Pulau Nias terpapar Covid-19.

"Data per hari ini di Nias ada 9 orang positif, Gunung Sitoli 93 orang, Nias Selatan 4 orang, Nias Utara 11 orang dan Nias Barar 7 orang. Total per hari ini ada 124 orang termasuk tenaga kesehatan jumlahnya 33 orang, 4 dokter sisanya perawat dan bidan," kata Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli pada acara penandatanganan kesepatakan bersama tentang optimalisasi penanganan bersama Covid-19, di Medan, Rabu (16/9/2020).

Ia mengungkapkan sejumlah kendala dalam menangani Covid-19 di Nias. Antara lain kekurangan APD, sehingga menyebabkan banyak tenaga kesehatan terpapar. Selain itu, kurangnya alat rapid test dan swab juga menjadi persoalan serius di Pulau Nias.

"Di sana banyak warga yang sudah dirapid test dan hasilnya reaktif tapi masih berkeliaran. Mereka mau dilanjutkan dengan swab tidak bisa karena alatnya tidak ada," ujarnya.

Ia berharap Pemprov Sumut dapat mengupayakan untuk memenuhi segala kekurangan tersebut.

Senada dengan Bupati Nias, Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua juga mengharapkan Pemprov Sumut untuk menyiapkan alat swab dan tenaga medis. Ia menjelaskan, saat ini di Gunungsitoli ada 2 Puskesmas dan 1 hotel yang sedang dipakai untuk mengisolasi orang terpapar Covid-19.

Lakhomizaro mengatakan jika kesediaan alat kesehatan tercukupi di Nias, maka penanganan Covid-19 akan berjalan baik.

“Apa yang diharapkan Pak Gubernur, saya jamin jika ada alat kesehatan,” ujar Lakhomizaro.

Mengenai keterbatasan swab di Nias, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sedang mencoba mengajukan pengadaan. Gubernur mengharapkan kepada Kemenkes, untuk Nias dilakukan minimal 100 tes/hari. Namun, untuk sementara, spesimen swab akan dikirim dari Nias ke Medan.

“Sementara, jika kita swab pagi, siang kita berangkatkan pakai pesawat ke Medan. Di Medan berarti butuh 2 hari baru kita umumkan, tapi orang yang diswab di Nias sudah kita karantina,” ujar Edy.

Kepada para bupati/walikota yang hadir, Gubernur menyampaikan bahwa pemenuhan alat kesehatan akan terus diupayakan. Meski begitu bupati dan walikota diharapkan dapat mengimbau masayarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, Satgas Khusus Penanganan Covid-19 untuk Kepulauan Nias juga sudah dibentuk. Satgas ini dipimpin oleh Komandan Resort Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera (KS) Febriel Buyung Sikumbang.

Gubernur menjelaskan, Satgas memiliki berbagai tugas, di antaranya melakukan kegiatan penertiban kesehatan, menyiapkan pengaturan perawatan terhadap orang terpapar.

“Artinya ada pemisahan mana orang yang sehat, mana orang yang terpapar,” ujarnya.

Edy menambahkan, Satgas juga berperan menyiapkan tempat isolasi. Melakukan pencarian orang yang terpapar namun melakukan isolasi mandiri.

“Di Nias, tidak boleh isolasi mandiri. Selain itu satgas juga menyiapkan pemakaman khusus Covid-19,” kata Gubernur.

Mengenai keterbatasan swab di Nias, Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengusulkan untuk mengadakan lab PCR portable container yang sudah didesain sedemikian rupa menjadi laboratorium PCR. Namun hal tersebut memerlukan waktu.

“Nanti akan diajukan dulu,” ujar Alwi singkat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00