GTPP Covid-19 Sumut Bahas Sanksi Bagi Bapaslon yang Langgar Protokol Kesehatan

KBRN, Medan : Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) bersama KPU, Bawaslu, TNI dan Polri akan menguatkan kedisiplinan protokol kesehatan selama masa Pilkada. Termasuk membahas pemberian sanksi yang lebih kuat kepada bakal pasangan calon (bapaslon) dan timnya bila melanggar protokol kesehatan.

Hal itu ditegaskan Asisten Umum dan Aset Pemprov Sumut, Mhd Fitriyus usai mengikuti rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Posko GTPP Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman Medan, Rabu (9/9/2020).

Fitriyus menyebutkan, dibutuhkan peraturan yang lebih ketat agar semua pihak, terutama bapaslon dan tim mematuhi protokol kesehatan di masa Pilkada.

“Seperti yang dikatakan Menkopolhukam, Pak Mahfud MD, butuh peraturan yang lebih ketat, sanksi yang lebih kuat kepada balon dan juga timnya bila melanggar protokol kesehatan. Tentunya ini akan kita sama-sama bahas seperti apa detailnya. Tetapi untuk lima daerah risiko tinggi yang disebutkan Kepala BNPB kita akan lebih fokus,” kata Fitriyus.

Kepala Biro Otda Pemprov Sumut Basarin Tanjung menambahkan, akan dibentuk tim pengamanan untuk jadwal-jadwal yang rawan dalam Pilkada, seperti penetapan pasangan calon, kampanye, pemungutan dan pengumuman.

“Ada timnya untuk mengamankan hari-hari tertentu yang dianggap rawan. Polanya tentunya nanti bersama Polda, TNI, Pemprov Sumut akan merumuskannya bersama. Yang pasti kita berupaya sekuat tenaga karena Pilkada di Sumut relatif terkendali,” tambah Basarin.

Selain masalah wabah Covid-19, masalah keamanan juga menjadi poin pembahasan pada Rakorsus ini. Kapolri Idham Azis mengatakan, beberapa daerah di Sumut juga masuk dalam kategori wilayah rawan yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Nias Selatan, Kota Pematangsinatar, dan Binjai. Sedangkan Medan masuk kategori sangat rawan bersama Batam.

“Ada daerah rawan dan sangat rawan berdasarkan indikator-indikator yang kami susun. Medan dan Batam itu masuk ke kategori sangat rawan. Tetapi kita tentu sudah mengantisipasi ini dengan mempersiapkan personel yang cukup,” kata Idham.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00