Pentingnya Protokol Kesehatan Covid-19, IDI Sumut : Sehebat-hebatnya Imunitas Akan Bobol

KBRN, Medan : Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Edy Ardiansyah mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, sekuat apapun imunitas seseorang pasti akan runtuh jika virus semakin kuat karena jumlahnya semakin banyak.

Hal itu dikatakan Edy Ardiansyah dalam pertemuan organisasi profesi dokter dan tenaga kesehatan se-Sumut dengan Gubernur Sumut, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (13/8/2020).

Ia menuturkan, saat ini sudah ada puluhan dokter yang terpapar Covid-19 dan sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Sumut. Bahkan sudah 11 dokter meninggal dunia karena virus tersebut.

"Sehebat-hebatnya imunitas yang kita miliki, tapi kekuatan virus itu di Sumut terus bertambah banyak. Suatu saat akan bobol kita. Akibatnya kami yang mengetahui tentang kesehatan akan bobol juga. Untuk itu kita harap agar sama-sama bisa mencegah ini agar kekuatan virus itu berkurang," kata Ardiansyah.

Ia menyebutkan, secara umum, seluruh anggota IDI yang berjumlah sekitar 8.000-an orang siap mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Sumut. Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengajak seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam memerangi Covid-19, untuk bergandengan tangan dan memberikan masukan yang positif kepada pemerintah. Sehingga penyebaran Covid-19 yang berdampak pada seluruh sendi kehidupan dapat segera diatasi.

"Saya juga butuh masukan yang sehat. Sampaikan saja apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Sampaikan, selanjutnya kita bahas dan lalu kita ambil tindakan," ucap Edy Rahmayadi.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Deputi Pencegahan BNPB RI Lilik Kurniawan tersebut, Gubernur Edy juga kembali meminta keterlibatan medis dan tenaga kesehatan, terutama tentang pendisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini sangat penting, karena jika para tenaga medis yang langsung menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan, akan lebih dapat diterima oleh masyarakat.

Sementara Deputi Pencegahan BNPB RI Lilik Kurniawan dalam kesempatan itu menyampaikan, kunjungan ini merupakan dukungan dari BNPB Pusat di 8 provinsi di Indonesia yakni Sumut, DKI Jakarta, Jatim, Jabar, Jateng, Sulsel, Kalsel dan Papua. Di mana 8 provinsi ini merupakan penyumbang 74% positif Covid-19.

Nantinya tim Pencegahan BNPB RI ini akan bergabung di GTPP Provinsi memberikan dukungan ke wilayah menjalankan manejemen krisis, mencari solusi menjalankan aksi nyata sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo.

"Saya ditugaskan di 8 provinsi untuk menyampaikan bahwa saat ini kita harus menggunakan manajemen krisis yang harus bertindak cepat. Kami datang bukan untuk mengambil alih, namun bentuk dukungan karena kita saat ini harus mencari solusi menjalankan aksi nyata," ucap Lilik Kurniawan.

Pos gabungan pencegahan ini, dijelaskan Lilik, merupakan pembekalan kordinasi dan pemantauan yang melibatkan akademisi, pakar dan ASN yang nantinya akan melakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru protokol kesehatan, komunikasi publik serta penggunaan InaRISK yakni portal hasil kajian risiko bencana yang menampilkan informasi ancaman bencana, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana.

"Ego sektoral harus kita abaikan. Kita harus bersama dan satu gerbong. Mari kita saling mendukung apapun profesinya harus berjalan bersama," pungkasnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00