Sinabung Erupsi, 1.438 Hektar Pertanian Warga Terpapar Abu Vulkanik

KBRN, Medan: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba menyatakan ribuan hektare kebun milik masyarakat di sejumlah Kecamatan di kabupaten Karo, terancam gagal panen. Hal itu dikarenakan lahan milik warga terdampak abu vulkanis akiabt erupsi gunung api sinabung, yang terjadi pada Senin (10/8) siang. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Merdeka, Naman Teran, Berastagi, dan Dolat Rayat terdampak abu vulkanis.

Dikatakan Metehsa, lahan yang paling parah terpapar abu vulkanis ada di Kecamatan Naman Teran. Seperti komoditi kentang ada 191 hektar, kubis 141 hektar, Petsai 137 hektar, kol bunga 111 hektar, cabai besar 192 hektar, dan tomat 99 hektar. Total ada 1.483 lahan pertanian warga terpapar abu vulkanis akibat hujan abu yang turun dari arah Timur- Tenggara.

"Yang terdampak itu sampai saat ini ada sekira lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak terlalu parah," kata Metehsa, Senin (10/8). 

Lanjutnya, abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung juga membuat ribuan hektare kebun warga yang didominasi ditanami sayur-mayur terancam gagal panen.  "Yang jelas produktivitasnya menurun karena kerusakannya sampai 85 persen," ungkapnya. 

Namun dikatakan Metehsa, erupsi kali ini tidak mengakibatkan kerusakan parah jika dibandingkan erupsi tahun 2019 silam. “Dampaknya yang kemarin lebih berat daripada yang sekarang. kalau kemarin campur dengan tanah liat,” ucapnya.

Untuk mengatasi rusaknya ribuan hektar pertanian milik warga akibat terpapar abu vulkanik, dinas pertanian mengingatkan warga untuk segera membrsihkan tanaman miliknya yang terkena paparan abu.

“Kemarin ada beberapa kelompok tani ada blower supaya debunya berjatuhan.  Jadi, itu langkah – langkah yang kami sampaikan ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, erupsi Gunung Sinabung terjadi dua kali pada periode pengamatan Senin (10/8) pada pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Muhammad Nurul Asrori mengatakan erupsi dengan dua kali letusan mencapai tinggi kolom abu 2.000 sampai 5.000 meter. 

"Untuk pagi ini kembali terjadi erupsi Gunung Sinabung pukul 10.16 WIB (erupsi pertama) dengan ketinggian kolom kurang lebih 5.000 meter dari puncak. Arah angin ke arah timur tenggara tepatnya ke arah Berastagi," jelas Asrori.

"Saat ini puncak Gunung Sinabung tertutup kabut," tambahnya. 

Kendati beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan. Namun, status dari gunung api tertinggi di Sumut itu masih berada di leve tiga atau siaga. 

"Untuk menaikkan status rekomendasi sekiranya itu kebijakan dari para atasan. Sedangkan untuk status saat ini masih dalam status siaga," ujarnya. 

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan pada desa-desa yang sudah direlokasi. Begitu pun dengan lokasi di dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius lima kilometer untuk sektor selatan-timur, serta empat kilometer sektor timur-utara. 

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. 

"Selalu waspada apabila terjadi hujan lebat di sekitaran Gunung Sinabung karena berpotensi terjadi banjir lahar (dingin) dari Gunung Sinabung," imbau Asrori. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00