Terapkan Protokol Kesehatan, Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Sederhana dan Penuh Khidmat

KBRN, Medan : Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti seluruh ruangan ketika prosesi akad nikah putri kedua Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Siti Andira Ramayana, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Minggu (9/8/2020) pagi.

Prosesi sakral ini sekaligus menandai Siti Andira Ramayana resmi melepas masa lajang dan menjadi istri dari Arifuddin Maulana Basri, putra pasangan Basri Muhammad dan Maslina Pasaribu.

Pernikahan putri Edy Rahmayadi dan Nawal Lubis tersebut jauh dari kata meriah dan berlangsung sangat sederhana serta hanya dihadiri sejumlah tamu undangan. Beberapa tamu undangan yang hadir diantaranya Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah beserta istri, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah Sumut R Sabrina, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, Kapolda Sumut Martuani Sormin dan Kajati Sumut Amir Yanto.

Sesuai arahan Gubernur sebelumnya, pernikahan yang dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19 tersebut benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari terbatasnya jumlah tamu undangan karena benar-benar hanya untuk keluarga. Penerapan protokol kesehatan pun benar-benar diberlakukan secara ketat seperti pengaturan jarak kursi, wajib memakai masker atau face shield, tidak bersalaman dan lainnya.

Prosesi akad nikah putri Gubernur Sumut diawali dengan permohonan restu oleh Siti Andira Ramayana kepada kedua orang tua. Dilanjutkan dengan penyambutan calon mempelai pria dan pembacaan ijab kabul. Menatap dan menjabat tangan Gubernur Edy dengan penuh keyakinan, Arifuddin yang mengenakan teluk belanga kombinasi warna putih dan abu-abu mengucapkan ijab kabul dengan lantang dalam satu tarikan nafas. Hadir sebagai saksi mempelai wanita mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan saksi mempelai pria Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah.

Kemudian, pengantin duduk bersama di pelaminan dan mendengarkan nasehat pernikahan dari Ustaz Tengku Zulkarnain. Disambung dengan acara sungkeman atau yang biasa disebut angkat sembah dalam adat Melayu.

Saat ditemui di sela-sela acara, Gubernur Edy mengungkapkan rasa bahagianya sekaligus haru telah menikahkan putrinya yang kedua dengan proses yang lancar dan disiplin protokol kesehatan selama acara berlangsung.

“Mudah-mudahan acara ini berkah. Saya sungguh bahagia sekaligus terharu. Saya minta doa untuk putri saya dan mohon maaf, saya tidak bisa mengundang banyak pihak,” ucapnya.

Menambah khidmat upacara akad, diselenggarakan pula upara Tepung Tawar sebagai bentuk rasa syukur dan gembira serta meminta restu dari sanak saudara dan undangan. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada kedua mempelai tanpa bersalaman.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00