Halangi Penggerebekan BNN Deliserdang, Kadus Malah Jadi Tersangka

KBRN, Medan: Kepolisian Polresta Deli Serdang Polisi menetapkan 2 orang provokator perusak mobil dinas petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deli Serdang di Desa Ragemuk, Kecamatan Pantai Labu, Sumatera Utara, Rabu (5/8) sebagai tersangka. Saat kejadian personel BNN sedang menangkap pengedar narkoba berinisial IP.

  Namun karena ada pihak yang memprovokasi, personel BNN nyaris diamuk massa dan mobil dinas mereka dibakar. 

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi mengatakan dua tersangka yang ditangkap merupakan A warga setempat dan IL kepala dusun III di Desa Ragemuk. Keduanya memiliki peran berbeda. 

“Untuk tersangka yang menghalangi petugas menangkap pengedar narkoba inisial IL, itu yang yang  berprofesi sebagai Kadus (kepala dusun),’’ujar  Yemi Mandagi kepada wartawa Jum’at (7/8).

Dikatakan Yemi tersankan IL menghalangi petugas BNN, lantaran masih memiliki hubungan keluarga dengan IP. Selanjutnya untuk tersangka A ditangkap karena merusak mobil BNN dengan batu. 

“Saat kejadian tersangka A mungkin terprovokasi, hingga melakukan pengerusakan,” ujar Yemi.

Selain ke 2 tersangka kata Yemi, masih ada 8 tersangka  yang masih buron. Untuk tersangka yang menghalangi petugas menangkap yakni HS, AH,UD dan R. Kemudian untuk pelaku pengerusakan mobil yang buron inisialnya H, N, A dan S.

“Motif mereka menghalangi petugas, melindungi warga yang diduga sebagai bandar sabu-sabu, sedangkan untuk kerugian, mobil inventaris BNN yang dirusak dalam keadaan hancur dan rusak parah,” ujar Yemi.

Sebelumnya kasus ini bermula pada Rabu (5/8) sekira pukul 10.00 wib, saat itu petugas BNN menangkap DPO pegedar narkoba berinisila IP di rumahnya di Desa Rugemuk. Saat diciduk IP dalam keadaan tertidur. Polisi lalu menemukan barang bukti sabu dibawa tempat tidur IP.

 Tidak terima dengan  penangkapan BNN, istri IP dan tersangka IL memprovokasi masyarakat dengan mengatakan bahwa narkotika yang ditemukan bukan sabu. "Mereka juga mengatakan bahwa petugas BNN lah yang menyelipkan sabu itu,” ujar Yemi.

 Karena ucapan disampaikan oleh kepala dusun, masyarakat terprovokasi dan nyaris  memukul petugas BNN yang berada di TKP, beruntung dapat dicegah dengan personel BNN lainnya.

“Kemudian massa yang berdatangan semakin ramai dan tersangka IP melarikan diri dengan tangan terborgol. Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap IP," ujar Yemi. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00