Tenaga Medis di Sumut Berguguran, 10 Dokter Meninggal Belasan PPDS Diisolasi

Ketua IDI Medan, dr Wijaya Juwarna. Foto : ist

KBRN, Medan : Korban Covid-19 di Sumatera Utara terus bertambah. Selain masyarakat umum, tenaga medis satu per satu berguguran karena virus tersebut. Sebanyak 10 dokter meninggal dunia dan belasan tenaga dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) menjalani isolasi karena terpapar Covid19.

Berdasarkan catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dari 10 dokter yang meninggal tersebut, 6 diantaranya dari Medan. Korban terakhir adalah dokter senior di Kota Medan yakni dr Ahmad Rasyidi Siregar, yang meninggal Selasa (4/8/2020) dini hari di RS Siloam Medan.

Dokter spesialis bedah tersebut merupakan suami dari Prof DR Bidasari Lubis, Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Bahkan saat ini, menantu almarhum juga tengah menjalani perawatan karena positif Covid-19. Meninggalnya dr Ahmad Rasyidi tersebut menambah panjang daftar dokter di Sumut yang menjadi korban Covid-19 yakni sebanyak 10 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid19 Sumut, Aris Yudhariansyah membenarkan dokter tersebut positif terinfeksi Covid-19 dengan penyakit penyerta (komorbid) karena sudah lanjut usia.

"Iya benar positif Covid-19. Tapi beliau sudah tua juga, usianya sudah 71 tahun. Jadi ya faktor usialah, komorbidnya usia," kata Aris di Medan, Selasa (4/8/2020).

Sementara Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna mengatakan, dari 6 dokter di IDI Medan yang meninggal karena Covid19, 5 diantaranya dengan penyakit penyerta.Satu-satunya korban yang tidak memiliki penyakit penyerta adalah dokter spesialis paru Andika Kesuma Putra, yang meninggal dunia, Sabtu (1/8/2020) lalu.

Dr Andika merupakanmerupakan salah satu dokter spesialis paru yang memiliki karier cemerlang di Sumut. Dokter Andhika Kesuma Putra mendedikasikan dirinya untuk merawat pasien Covid-19 sejak pandemi ini muncul, Maret lalu.

Menurut Wijaya, selain dokter, banyak tenaga kesehatan yang tumbang selama menangani pasien Covid-19, antara lain tenaga dokter PPDS yang saat ini menjalani perawatan karena terpapar Covid-19.

"Sebagian masih dirawat. Lumayan juga (jumlahnya), belasan PPDS itu isolasi mandiri. Harusnya itu juga dihitung karena potensial bisa memburuk kan ada," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00