Terpilih sebagai Salah satu Pelaksana POP Kemendikbud , Tanoto Foundation Tetap Menggunakan Dana Mandiri

KBRN, Medan : Baru baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program Organisasi  Penggerak  (POP)   yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa di seluruh Indonesia. Kemendikbud bermaksud mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak yang mampu mendemonstrasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terutama dari kepala sekolah beserta guru di dalamnya, menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

Dalam program ini, Kemendikbud mengundang seluruh organisasi massa (Ormas) di Indonesia untuk berkompetisi membangun sekolah penggerak dan menyediakan pilihan kepada Ormas untuk membiayai pelaksanaan POP secara mandiri (dengan dana sendiri) dan/atau mengajukan permohonan pendanaan kepada pemerintah.

Dari 260 Organisasi masyarakat dengan 324 proposal telah terpilih 183 proposal dari 156 ormas, untuk bergotong royong melaksanakan program POP ini di seluruh Indonesia.

Diantara 183 ormas tersebut Tanoto Foundation dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi salah satu pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP). Demikian disampaikan Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Sumatera Utara, Yusri Nasution, saat Dikonfirmasi awak media terkait Berita yang beredar Tanoto Foundation  mendapat Dana  Dari  Pemerintah di Medan, Selasa (28/7).

Yusri Nasution menyampaikan bahwa Tanoto Foundation selalu berkomitmen mendukung pemerintah dan memilih jalur pembiayaan mandiri. “Keikutsertaan kita Tanoto Foundation dalam POP, melalui Proses seleksi Program PINTAR Penggerak, didisain tidak menggunakan dana pemerintah, namun sepenuhnya dibiayai dana sendiri dengan nilai investasi lebih dari Rp50 miliar untuk periode dua tahun (2020-2022)”, ungkapnya.

Menurut Yusri , Tanoto Foundation bukan program CSR (Corporate Social Responsibility ) dari suatu group business, namun merupakan inisiatif independen untuk mendukung pemerintah meningkatkan prestasi siswa Indonesia.

“Melalui Program PINTAR Penggerak, Tanoto Foundation akan bekerja untuk mengembangkan kapasitas tenaga pengajar di 260 Sekolah Penggerak (160 Sekolah Dasar dan 100 Sekolah Menengah Pertama) rintisan, sebagai organisasi Philanthropy yang didirikan oleh Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto, yang berasal dari Kota Medan telah bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lainnya dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia sejak 1981”, jelasnya.

Di Sumatera Utara sendiri Kata Yusri , kami Tanoto Foundation telah melakukan pelatihan dan pendampingan di beberapa program Pendidikan seperti Program Pelita Pendidikan yang sudah ada sejak 2009 hingga 2018 bermitra dengan 107 sekolah yang tersebar di beberapa Kabupaten Kota "  mulai dari Kab. Labuhanbatu Selatan, dan sebahagian sekolah diperbatasan dengan Kab. Rokan Hilir Riau, Kab. Labuhanbatu, Asahan, Batu Bara, Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi dan Kab. Langkat" kata Yusri. 

Selain itu tambah Yusri,  juga ada  program STEP (School Transition and Empowerment Program) dengan fokus pada peningkatan kulitas guru, kepala sekolah dan pengawas, ”, tambah Yusri.

Disaat yang bersamaan mulai dari 2018 hingga saat ini,  kami juga masih menjalankan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) termasuk pengembangan kepemimpinan sekolah. bekerjasama  dengan  pemerintah Kab. Karo, Kab. Asahan dan Kota Pematangsiantar. “Dalam pelaksanaan  Program Pintar  Tanoto Foundation  Tanoto  telah melatih dan mendampingi 104 sekolah dan madrasah dengan 2.172 orang guru, kepala sekolah, pengawas. dengan melibatkan dosen-dosen terbaik LPTK Mitra UMSU dan UINSU “.paparnya

Program Pintar tersebut  juga sudah meluas  melalui diseminasi di 351 insitusi sekolah dan madrasah, baik dibawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Sumatera Utara”, tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00