Polda Sumut Tetapkan 20 Tersangka Kerusuhan Madina, 2 Di bawah Umur

KBRN, Medan - Penyidik kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polres Mandailing Natal akhirnya menetapkan 20 orang tersangka dalam kasus kerusuhan di Desa Mumpang Julu, Kecamatan Panyubungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal pada 29 Juni lalu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (8/7) siang, mengatakan 18 orang diproses ke Polda Sumut,  sedangkan dua tersangka lainnya di Polres Madina. Para pelaku diduga menjadi dalang pengrusakan satu unit sepeda motor dan dua mobil salah satunya milik Wakapolres yang terbakar hangus. “Satu lagi (mobil) milik sipil dan satu sepeda motor," ucap Kapolda Sumut.

Dari 18 orang yang dibawa ke mapolda Sumut, satu di antaranya merupakan seorang wanita yang berperan merencanakan kegiatan aksi blokir jalan lintas Sumatera, guna menuntut pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa. Selain itu, 3 tersangka lainnya juga bukan warga Desa Mompang Julu.

"Yang wanita berperan sebagai ikut  merencanakan semua kegiatan itu. Sampai saat ini kami laporkan, situasi Desa Mompang Julu masih aman dan kondusif. Kami mengimbau kepada masyarakat, percayalah, bahwa polda Sumut akan bertindak profesional kepada semua pelaku. Jadi kalau tidak bersalah enggak usah takut. Kami juga akan melakukan tindakan berdasarkan alat-alat bukti yang kami miliki," ungkap Martuani. 

Sementara itu, satu tersangka lainnya berinisial RS masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) yang merupakan aktor intelektual. Total masih ada 5 tersangka yang berstatus DPO. "Para tersangka yang diamankan memiliki peran masing-masing, mulai dari penggerak massa hingga provokator (aktor intelektual)," terang Martuani. 

Kapolda juga menjelaskan bahwa untuk para pelaku yang diamankan, masing-masing akan dijerat pasal yang berbeda sesuai dengan bukti yang ada. Tersangka yang melakukan pembakaran akan disangkakan pasal 187 dengan ancaman 12 tahun penjara. Untuk pengrusakan disangkakan pasal 170 dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan untuk penghasutan disangkakan pasal 160 KUHP. Berkas perkara ini akan diserahkan kepada ke Kejatisu, untuk selanjutnya disidangkan di Pengadilan Negeri Medan.

"Dalam hal ini, para tersangka yang melakukan pembakaran akan disangkakan pasal 187 dengan ancaman 12 tahun penjara. Untuk pengrusakan disangkakan pasal 170 dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan untuk penghasutan disangkakan pasal 160 KUHP begitu juga untuk melawan petugas akan kita kenakan pasal," tandas Kapolda. 

Untuk diketahui bahwa kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terjadi pada 29 Juni lalu. Kerusuhan terjadi menyusul protes warga terhadap pembagian BLT dan penggunaan dana desa. Warga yang menuntut pemberhentian kepala desa berunjuk rasa dan memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Aksi ini berujung pada tindakan anarkistis. Massa melempari polisi dan membakar 1 sepeda motor dan 2 mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolresta Madina. Dalam kejadian itu juga sekurangnya 6 polisi terluka dalam peristiwa tersebut. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00