Memasuki Subuh, Akses Jalinsum Dibuka Warga Paska Ricuh Di Panyabungan

KBRN, Medan: Kondisi Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), yang sempat diwarnai kerusuhan akibat aksi pembelokiran jalan oleh warga kembali kondusif. Jalan lintas Sumatera yang sempat diblokade warga sudah dibuka kembali sejak Selasa (30/6) pagi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, arus lalu lintas di Jalinsum bisa kembali dibuka usai warga membubarkan diri ketika memasuki waktu Subuh.

“Situsi sudah kondusif. Arus lalu lintas tadi subuh sudah bisa dilalui,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Sejauh ini belum ada warga atau terduga provokator yang diamankan terkait kerusuhan itu. Penyelidikan masih dilakukan kepolisian. Kepolisian juga akan mengusut persoalan pembagian BLT yang jadi tuntutan warga.  “Untuk yang diamankan belum ada, masih dilakukan penyelidikan,” jawab Tatan.

Meski suasana sudah kondusif, personel kepolisian, termasuk 1 SSK Brimob masih disiagakan di lokasi dan Polres Madina. “Untuk pasukan masih stand by di Mako Polres Madina,” tegas Tatan.

Dikatakan Tatan, sedikitnya 6 polisi terluka dalam peristiwa ini. AKP J Hutajulu yang mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan, AIPDA AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata kiri,  serta Briptu M Arif  dan Bripka H Sitorus yang mengalami luka memar di bagian kepala. Mereka sempat mendapatkan perawatan medis, dan sebagian telah kembali,“Anggota yang luka-luka sebagian sudah kembali,” jelas Tatan. 

Terkait adanya dugaan penyelewenagan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh kepala Desa Mompang Jolu, Tatan masih menyelidiki dugaan tersebut. “terkait dugaan BLT akan diselidiki,” singkat Tatan.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di desa itu menyusul protes terhadap pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan penggunaan dana desa. Warga yang menuntut pemberhentian kepala desa berunjuk rasa dan memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sejak Senin (29/6) sore sekira Pukul 17.00 wib. Aksi ini berujung pada tindakan anarkistis. Massa melempari polisi dan membakar 1 sepeda motor dan 2 mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolresta Madina. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00