Ricuh Massa Dugaan Kades Korupsi BLT, 6 Polisi di Madina Terluka

KBRN, Medan: Kericuhan massa terjadi di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara pada Senin (29/6) petang. 

Kericuhan berawal atas aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera, di Desa Mompang Julu oleh sebagian masyarakat. Massa aksi menuntut pencopotan kepala Desa Mompang Julu dari jabatannya, karena diduga terkait rentetan masalah pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada Desa Mompang Julu Kec. Panyabungan Utara Kabupaten Madina. 

Massa aksi yang berjumlah kurang lebih 320 orang itu melakukan aksi sejak pukul 10.30 wib. Meski aksi pemblokiran jalinsum sempat dilakukan negosiasi antara massa dan polisi, namun massa justru semakin tidak terkendali. Bahkan sejumlah massa aksi melakukan pelemparan kayu dan batu kepada petugas TNI/Polri. 

"Pemblokiran jalan yang dilakukan oleh Massa semakin tidak terkendali dan melakukan penyerangan terhadap personil TNI - Polri dengan melemparkan kayu dan batu yang ada dibahu jalan," ucap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin malam.

Dikatakan Tatan akibat kerusuhan tersebut, mengakibatkan 1 unit Sepeda motor dan dua unit Mobil dibakar massa, termasuk mobil dinas Wakapolres Madina. "Dari kejadian ini 6 Anggota Polres Madina mengalami luka ringan karena lemparan batu. Saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan," jelas Tatan.

Sebelum kericuhan terjadi, negosiasi antara massa pemblokir Jalan dengan kepolisian dilakukan untuk dapat membuka akses jalinsum dan akan memproses tuntutan massa pendemo tentang ketidaktransparansian penyalura BLT Dana Desa Covid 19, oleh Kepala Desa selambat - lambatnya 5 hari. Namun kelompok massa pemblokir jalan tidak menerima dan meminta agar Bupati Madina segara mengeluarkan surat pemecatan terhadap kepala Desa.

"Massa aksi yang juga terdapat sejumlah mahasiswa menuding Kepala Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa, serta diduga terjadi praktek KKN terhadap kebijakan yang telah dilakukan," jelasnya.

"Massa juga meminta klarifikasi & Informasi Kepala Desa Mompang Julu Bapak "Hendri Hasibuan" tentang Dana Desa Anggaran T.A 2018 - 2020. Ketika tidak bisa mengklarifikasi semua dugaan yang tercantum maka mundur sekarang juga," sambungnya.

Menurut informasi di lapangan para pendemo meminta Bapak Bupati mandailing Natal yang terhormat supaya mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu Kec. Panyabungan Utara yang dianggap tidak transparan mengelola dana desa TA 2018- 2020. Kemudian para pendemo juga meminta para pihak Penegak Hukum harus memeriksa & menangkap Kepala Desa Mompang Julu. 

Langkah-langkah persusif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat Kepolisian untuk meredakan kericuhan. Sampai berita ini diturunkan saat ini Personel TNI - Polri Masih bertahan di Jalinsum Medan-Padang tepatnya Rumah Makan Mandira. Begitu juga dengan massa masih terkonsentrasi pada titik kumpul awal aksi pemblokiran Jalinsum Medan-Padang tepatnya di Desa mompang Julu Kec. Panyabungan utara, Madina. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00