Sumut Ranking Satu Pengguna Narkoba, BNN: Masyarakat Bangga?

KBRN, Medan: Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama Bea Cukai Aceh dan Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyeludupan narkotika jenis sabu, pada Sabtu (27/6) lalu. Total 37 bungkus sabu dalam kemasan teh china dengan berat 40 kg berhasil diamankan dari enam tersangka yang merupakan kurir asal Aceh dan Sumut.

Hasil tangkapan tersebut menambah rentetaan kasus penyeludupan narkoba di Sumut selama 2020. Dari hasil survei BNN menyatakan bahwa Sumut saat ini menjadi provinsi tertinggi dalam hal pengguna narkoba di Indonesia.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menyatakan, saat ini Sumut menjadi daerah tertinggi dalam hal pecandu narkoba. Sumut melampaui DKI Jakarta yang sebelumnya menjadi daerah tertinggi dalam hal pengguna narkoba di Indonesia. Dari 14 juta lebih jumlah penduduk Sumut saat ini, 1 juta diantaranya merupakan pengguna narkoba. Ini berarti 7 persen penduduk Sumut merupakan pengguna narkoba.

“Khusus untuk Sumatera Utara pada survei yang lalu, Sumut menduduki peringkat 3 di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba. Sekarang ini menjadi peringkat 1 atau ranking 1 terbanyak pencandu narkoba lebih dari satu juta orang. Sumut mengalahkan DKI Jakarta yang pada waktu survei yang lalu menduduki rangking pertama. Kalimantan Timur jauh lebih menurun dan juga Sumatera Selatan menduduki posisi kedua,” jelas Arman Depari, usai konfrensi pers paparan narkotika jenis sabu, di Kantor BNNP Sumut, Senin (27/6) pagi.

Dari hasil survei yang dilakukan BNN, Arman tentu sangat miris melihat kondisi tersebut. Ini tentu menjadi evaluasi dan catatan bagi seluruh stakeholder di Sumut terutama masyarakat untuk sadar akan bahayanya narkoba di tengah – tengah masyarakat. Arman juga mengingatkan hal ini bukan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut, melainkan evaluasi untuk sama – sama memutus mata rantai peredaran narkoba di Sumut.

“Apakah masyakarat Sumut bangga dengan juara 1 ini? juara 1 dalam hal menggunakan narkoba. ini menjadi catatan kita semua terutama bagi warga Sumut dan petugas yang memilik tanggung jawab menanggulangi peredaran narkoba,” ujar Arman.

Lebih lanjut jenderal berbintang dua ini menilai bahwa Sumut termasuk daerah yang dijadikan pintu masuk penyeludupan narkoba di Indonesia karena berdekatan langsung dengan sejumlah provinsi yang dekat dengan zona laut. Disamping, Sumut merupakan pasar terbesar di kawasan Sumatera untuk pengguna narkoba.

“Kita tahu Sumut salah satu pintu masuk penyeludupan narkoba yang berdekatan dengan Aceh,Riau dan Kepri disamping menjadi pintu masuk ternyata memang penduduk Sumut pasar yang terbesar di kawasan Sumatera. Ini perlu menjadi perhatian kita karena sasarannya anak - anak kita atau anak -anak milenial,” kata Arman.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumut, Oza Olavia mengatakan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk sinergisitas yang baik antara BNN, TNI/Polri dan Bea Cukai dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Sumut.

“Kami sedih Sumut nomor satu dalam hal pengguna tertinggi narkoba. Makanya, butuh peran seluruh pihak untuk memutus mata rantai narkotika,” katanya.

Sebelumnya, BNN RI bersama BNNP Sumut, serta Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh dan Sumut menggagalkan  upaya peredaran narkotika golongan 1 jenis methamphetamine atau sabu. Sejumlah 37 bungkus Sabu dalam kemasan teh cina warna hijau diamankan dari enam tersangka yang diedarkan dari Malaysia – Aceh – Medan, untuk selanjutnya diedarkan ke Surabaya. Sabu total seberat 40 kg itu diperoleh dari enam tersangka masing - masing MF, MR, BW, AM, RZ, dan MRU. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00