BNN Dan Bea Cukai Gagalkan 40 Kilogram Sabu Asal Malaysia

KBRN, Medan: Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut), serta Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh dan Sumut menggagalkan  upaya peredaran narkotika golongan 1 jenis methamphetamine atau sabu. Sejumlah 37 bungkus Sabu dalam kemasan teh cina warna hijau diamankan dari enam tersangka yang diedarkan dari Malaysia – Aceh – Medan, untuk selanjutnya diedarkan ke Surabaya. 37 bungkus kemasan sabu ditotal seberat 40 kilogram.

Sabu total seberat 40 kg itu diperoleh dari enam tersangka masing - masing MF, MR, BW, AM, RZ, dan MRU. Deputi pemberantas BNN pusat Irjen Pol Aman Depari menjelaskan, saat konfrensi pers di Kantor BNNP Sumut, Senin (29/6) pagi menjelaskan, keberhasilan petugas gabungan berawal dari laporan Informasi Puskoops Interdiksi Terpadu, ada penyelundupan narkotika jenis sabu yang di bawa dari Penang, Malaysia. Narkotika selanjutnya dikirim melalui perairan Kuala Bireuen, Aceh yang rencananya akan di edarkan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Dua tersangka diamankan di KM 14 Jalan Binjai bersama barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 29 bungkus sabu yang disimpan dalam dua karung.

“Petugas gabungan rutin melakukan operasi di sepanjang pantai timur Sumatera. Kemudian pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 16.30 WIB tim gabungan berhasil menangkap 40 kg sabu yang diseludupkan dari daerah Pulau Penang masuk ke Kuala Bireuen yang dibawa 2 orang tersangka ke arah Medan. Kemudian diamankan tersangka MF dan MR di Binjai tepatnya KM 14,” ucap Aman Depari.

Berdasarkan keterangan tersangka MF dan MR petugas kemudian mengamankan BW dan AM di Area parkir Carrefour Plaza, Sumatera Utara. BW dan AM adalah penerima narkotika di Medan. Kemudian pengembangan dilanjutkan ke wilayah Bireuen Aceh dan diamankan 8 bungkus narkotika jenis sabu yang di sembunyikan oleh RZ di gudang milik MRU yang berada di Jeumpa Kab. Bireuen Aceh.

Dikatakan Arman, upaya penyeludupan ini bukan kali pertama. Satu pekan sebelumnya, mereka juga mencoba menggagalkan upaya penyeludupan sabu dengan jumlah mencapai 165 kg. Namun, usaha mereka digagalkan oleh tim patroli bea cukai sehingga seluruh barang bukti sabu dibuang ke tengah laut untuk menghilangkan jejak.

“Tidak dalam satu minggu, mereka coba seludupkan 165 kg sabu. namun karena kepergok  petugas patroli bea cukai sehingga mereka membuang narkoba di tengah laut,” jelas Arman Depari.

Sementara Kepala Bea Cukai Sumut Oza Olavia mengatakan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk sinergisitas yang baik antara BNN, TNI/Polri dan Bea Cukai dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Sumut.

“Kami sedih Sumut nomor satu dalam hal pengguna tertinggi narkoba. Makanya, butuh peran seluruh pihak untuk memutus mata rantai narkotika,” katanya.

Sementara tersangka MR mengaku sudah empat kali melakukan upaya penyeludupan. Dua kali berhasil mengelabui petugas, satu kali dibuang ke laut, dan akhirnya tertangkap. MR mengaku satu bungkus kemasan sabu, dirinya diiming – imingi imbalan Rp 20 juta. “Baru empat kali lakukan ini. Imbalan 20 juga per bungkus. Rp 13 juta untuk dia (MF) dan Rp 7 juta untuk saya,” akuinya.

BNN juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan, karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia, berinisial CDR. Selain barang bukti shabu, turut diamankan 10 unit handphone, satu kunci mobil, dan satu buah timbangan digital. Kepada para tersangka di kenakan Pasal 114 Ayat (2) Atau Pasal 112 Ayat (2) UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00