Akibat Eksploitasi Teripang Tapteng Terancam Habis

KBRN, Medan : Eksploitasi teripang yang tidak terkendali yang terjadi di Tapanuli Tengah mengancam keberadaan produk laut non ikan ini. Pengusaha teripang di  Desa Lubuk Tukko Budi mengungkapkan budidaya teripang mendesak dilakukan agar komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini dapat menunjang perekonomian nelayan setempat.

“Eksploitasi yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan teripang sulit ditemukan di alam. Untuk itu, agar teripang tetap lestari dan bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional, perlu dilakukan kegiatan budidaya teripang di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Budi Selasa (19/5)

Menurut Budi harga teripang bervariasi, jenis yang paling mahal yakni teripang berduri dijual mencapai Rp. 2.000.000,-. .

Sementara kandungan gizinya cukup tinggi yakni protein 86,8%, kolagen 80 %, mineral, mukopolisakarida, Glucasainogycans (GAGs), antiseptik alamiah, dan  50 jenis kandungan aktif lainnya. “Kandungan yang terkandung dalam teripang membuat teripang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Diantaranya Mampu melawan kanker, membantu mengatasi masalah gusi, menjaga kesehatan jantung dan hati, mencegah keriput pada kulit dan mengandung zat antibakteri,” kata BudiDitandaskan selain dijadikan obat, teripang juga dapat dikonsumsi dengan cara dikeringkan, digoreng, diasamkan,bahkan dimakan mentah-mentah. “Teripang memiliki rasa daging yang sedikit hambar. Itu sebabnya, teripang sering di campur kedalam tumisan, sup dan olahan lainnya,” ungkap Budi

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00