Jumlah ODP Covid-19 Sumut Melonjak Jadi 763, PDP 50, Sembuh 6, Meninggal 2 Orang

KBRN, Medan : Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Utara naik signifikan   ,   dalam tempo satu hari. Data terbaru  hingga pukul 17.00  Wib   Sore  Senin (23/3/2020), Orang Dalam Pemantauan ODP Covid-19 di Sumut berjumlah 763 orang. 

Angka ini naik hingga 270 orang dari hari sebelumnya, Minggu (22/3/2020) yang hanya berjumlah 496 ODP Covid-19 di Sumut.

Selain pasien ODP, Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis dalam  Konfrensi Perss    di Posko Utama  menyebutkan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi 50 orang, dari sebelumnya 48  orang.

"Data pasien dalam pengawasan hari ini (Senin) berjumlah 50 orang  , berdasarkan  laporan dari 25 rumah sakit di kabupaten/kota baik swasta maupun negeri. Untuk orang dalam pemantauan yang melapor terjadi kenaikan hari ini menjad 763 orang, dari yang kemarin (Minggu) itu 496 orang," jelas Riadil.

Riadil mengatakan, para PDP tersebut dirawat di 25 rumah sakit yang ada di 6 kabupaten/kota. Sementara PDP yang sudah  dipulangkan karena sudah dinyatakan negatif, berjumlah 6 pasien . sehari sebelumnya masih 3 Orang. "Semua pasien PDP dirawat di 6 kabupaten/kota. Sedangkan PDP yang sudah dipulangkan ada enam orang, karena sudah dinyatakan negatif," tambahnya.

Riadil menyampaikannya bahwa pasien positif Covid-19 tidak bertambah dari angka sebelumnya, yakni dua orang di mana satu pasien telah meninggal.

"PDP positif itu data kita tidak berkembang, hanya berdua, tidak bertambah. Di mana yang satu sudah meninggal dunia dan satu lagi masih dalam perawatan sampai hari ini," ujarnya.

Pasien Meninggal Berstatus PDP

Dalam  kesempatan itu , Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan bahwa pasien yang meninggal hari ini, Senin (23/3/2020), berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

"Pada hari ini ada kenaikan PDP menjadi 50 orang, dan satu orang dari PDP ada yang meninggal hari ini. Mudah-mudahan ini 50 orang ini bisa kita rawat dengan baik dan sembuh. Kita harapkan akan semakin banyak yang sembuh," katanya.

Alwi membeberkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami lonjakan drastis hingga ratusan orang. Dari 496 Orang Dalam Pemantauan (ODP), kini menjadi 763 orang.

Hal ini dijelaskan Alwi, karena pihaknya melacak para keluarga dan orang terdekat yang telah positif terinfeksi virus Corona.

"Sekarang ada 763 ODP. Jadi ada kenaikan sekitar 35 persen. ODP ini kami dapatkan melalui penelitian epidemologi atau tracing yang dilakukan kepada orang yang memiliki kontak erat dari seluruh yang positif,” ujarnya.

“Jadi jumlah ini membuktikan bahwa tim di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sudah melakukan tugasnya dengan melakukan penelitian penyelidikan epidemiologi dengan baik. Dengan mendapatkan semakin bertambah (ODP) ini," imbuhnya.

Alwi menyebutkan apabila semakin banyak pasien ODP yang diidentifikasi, maka kemungkinan besar rantai penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

"Kita bisa berkontribusi dalam memutus rantai penularan yang akan terjadi. Tapi tentunya ditambah perilaku masyarakat seperti sosial distancing atau menjaga jarak 1 meter dari yang lainnya, kemudian tidak berkeliaran. Kalau tidak perlu silakan tetap di rumah," tegasnya. 9 Rahmi Siregar )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00