Poldasu Akan Gelar Rekontruksi Pembunuhan Jamaluddin di 4 Titik

KBRN, Medan: Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polresta Medan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap hakim pengadilan negeri Medan Jamaluddin, pada Senin (13/1) siang. 

Proses rekontruksi awal ini hanya terkait rencana pembunuhan yang dilakukan ketiga tersangka. Ada 4 titik lokasi rekontruksi dalam proses rencana pembunuhan, yang di awali dari cafe every day, jalan Ringroad, Medan. Kemudian alur rekontruksi dilanjutkan di kawasan pajak melati, kopi town, dan perumahan Mercy.

Dalam rekontruksi ini, juga akan diperagakan sejumlah adegan pertemuan ketiga pelaku yakni ZH, ZP, dan RF. Dari informasi kepolisian, pertemuan mereka bermula terjadi di cafe Every Day pada 25 November 2019.

Hingga pukul 12.30 wib, proses rekontruksi juga belum dimulai. Puluhan wartawan dari media cetak, online, dan elektronik telah berkumpul di lokasi. Tampak sejumlah tim penyidik dan Inafis juga telah bersiap - siap lakukan proses rekontruksi dengan mengambil titik kumpul di eks SPBU Petronas, Jalan Ringroad Medan. 

Dari informasi sebelumnya, hakim PN Medan Jamaluddin ditemukan tewas setelah jasadnya ditemukan di dalam mobil pribadinya, di kawasan perkebunan kelapa sawit, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu, 29 November lalu. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dalam proses rekontruksi akan diketahui peran masing - masing pelaku, termasuk motif pembunuhan.

"Untuk motif (pembunuhan) dan peran masing - masing pelaku, nanti akan diketahui saat rekontruksi pada Senin depan," ucap Tatan. 

Humas PN Medan itu tewas diduga dibunuh secara berencana oleh pelaku, yang melibatkan istri korban ZH. Sebelum jasad korban dibuang ke areal perkebunan, diduga nyawa korban dihabisi terlebih dahulu di rumahnya, di Perumahan Royal Monaco, Blok B nomor 22, Medan Johor pada Sabtu dini hari. Dalam eksekusi pembunuhan, ZH diduga membayar ZP dan RF sebagai eksekutor. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 338 subsider pasal 340 jo pasal 55 ayat ke (1), 1e, 2e KUHPidana tentang pembunuhan perencanaan dengan ancaman pidana hukuman mati, atau ancanan hukuman 15 tahun penjara. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00