Polres Pelabuhan Belawan Amankan Narkotika Jenis Baru, Satu Pelaku Tembak Mati

KBRN, Medan: Tim Satuan narkoba Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap peredaran narkotika di wilayah Polsek Hamparan Perak, pada Rabu (8/1) dini hari sekira pukul 00.00 wib. Total barang bukti yang diamankan 1.748 gram sabu, 1.120 butir pil ekstasi, 80 pil happy five, dan 4 bungkus diduga jenis narkotika baru. 

Barang bukti tersebut diamankan dari 2 (dua) pelaku berinisial Y dan DEN. Satu pelaku DEN diberi tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan meninggal dunia, karena pelaku mencoba melarikan diri. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kamis (9/1) mengatakan, pengungkapan tersebut berasal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di wilayah hukum Polsek Hamparan Perak yang pelakunya merupakan warga Medan Labuhan. Dari hasil pengejaran tim Satnarkoba Polres Belawan, berhasil diamankan pelaku Y dengan barang bukti 15 bungkus berisi sabu seberat 1.445 gram, 120 pil extasi, 8 papan pil happy five, 1 timbangan digital hitam, 1 bungkus klip kosong berbagai ukuran, dan 2 unit handphone.

"Berhasil diamankan pelaku berinisial Y dan DEN. Dari tangan Y kami tangkap barang bukti 1,4 lebih kg jenis sabu. Dan alat komunikasi dan alat timbang elektronik," jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. 

Kemudian dari pengakuan Y, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Kemudian petugas kembali mengamankan pelaku DEN. Dari tersangka DEN diamankan 4 bungkus sabu - sabu seberat 313 gram, 1000 buyir pol extasi, 4 bungkus narkotika jenis baru, handphone, timbangan digital, dan dompet berisi uang tunai Rp 300.000,00. 

"Setelah dilakukan pengembangan bahwa barang adalah milik DEN. Dilakukan pengejaran dan penindakan terhadap pelaku. Karena pelaku tidak mengindahkan himbauan dari petugas dan ada niat melarikan diri maka dilakukan penindakan keras, tepat, dan terukur tersangka DEN dan meninggal dunia. Dari tersangka kita amankan barang bukti 300 gram. Total barang bukti yang disita Polres Belawan 1,7 kg lebih," jelas Martuani. 

Dalam pengungkapan kasus tersebut, berhasil diamankan narkotika jenis baru yang belum diketahui nama dan efek setelah penggunaan. Kapolda mengatakan, untuk mengetahui jenis narkotika tersebut, pihaknya bersama tim forensik dan Balai POM akan melakukan uji laboratorium. 

"Pada tanggal 8 Januari 2020 Satuan Polres Belawan melakukan penindakan dan pengungkapan terhadap Narkotika jenis sabu, ekstasi dan ada jenis baru yang berupa bubuk yang belum kita tahu namanya. Tim penyidik agar memeriksa ke tim forensik dan balai POM jenis apa ini yang baru karena ini baru ditangkap. Efeknya juga belum diketahui apa. Tapi, dari kemasan hampir dipastikan sabu. Nanti dari alat komunikasi digital kami selidiki. Ini yang kita tangkap dari pelaku, yang jelas yang kita amankan ini barang bukyi dari tersangka Y dan DEN," tegas Kapolda.

Terkait adanya informasi beredar bahwa barang bukti diperoleh DEN dari abang iparnya TS alias PH yang merupakan tahanan narkotika lapas Tanjung Gusta Medan, Martuani menegaskan pihaknya tentu akan melakukan penyelidikan bersama Kemenkumham dan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Kami bersama Kemenkumham bersama lembaga pemasyarakatan untuk kita lakukan pengawasan dan penindakan. Tidak ada toleransi untuk peredaran narkotika di wilayah Sumut. Tindakan seperti ini terus kami lakukan dalam rangka menanggulangi peredaran narkotika di wilayah Sumut," katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, atau penjara seumur hidup. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00