ZH Otak Pelaku Pembunuhan Terhadap Suaminya Jamaluddin, Diduga Motif Pertengkaran

KBRN, Medan: Tepat 40 hari paska tewasnya hakim pengadilan negeri Medan Jamaluddin, Tim penyidik Satreskrim Polrestabes Medan dan Ditreskrimum Polda Sumut berhasil mengungkap pelaku pembunuhan. 

Tiga orang telah diamanakan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya adalah ZH yang merupakan istri korban sekaligus perencana pembunuhan, serta JP merupakan pelaku utama dan RF membantu JP melakukan aksi pembunuhan. Penangkapan dilakukan kepada ketiganya dikarenakan pelaku ZH melakukan komunikasi dengan JP melalui alat digital.  

Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin Siregar mengatakan motif yang melatarbelakangi pembunuhan terhadap Jamaluddin, sementara diduga karena masalah rumah tangga. Berkat bantuan Laboratorium Mabes Polri dan direktorat cyber crime Mabes Polri, penyidik memiliki informasi tanbahan yang menguatkan kasus ini jika dilakukan rekontruksi termasuk kasus pembunuhan perencanaan. 

“Motif sedang didalami penyidik, tapi kami menduga ini baru dugaan yang baru akan dibuktikan tim penyidik adalah amsalah ruah tangga. Sehingga terjadilah kasus ini,” ucap Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani, saat konferensi pers di mapolda Sumut, Rabu (8/1/2020) siang. 

Tim penyidik mengaku kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan karena tidak alat bukti kuat dan tidak ada unsur kekerasan kepada korban. Namun berdasarkan hasil penyidikan tim laboratirium forensik, pelaku dibunuh diduga dengan cara dibekap dengan bantal sehingga kehabissn oksigen sehibgga menyebabkan mati lemas.

“Persoalan yang dialami tim penyidik adalah persoalan dukungan alat bukti. Karena para pelaiu menggungkan alat alat komuniaksi yagn tidak biasa. Sehignga penyidik tidak kesulitan untuk mendudukan merekontruksikan kasus ini. Tetaapi dengan bantuan laboratiotum forensikbamabes polri dan direktorat cyber crime Mabes Polri, penyidik memiliki informasi – informasi tambahan yang bisa menguatkan kasus ini bisa direkontruksikan sebagai kasus pembunuhan berencana,” jelas Kapolda.

Selain mengamankan 3 tersangka, tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti milik korban dan pelaku yang ditemukan di lokasi rumah korban dan TKP pembuangan korban di perkebunan kelapa sawit Desa Sukarame, Kabupaten Deliserdang. 

“Alat bukti milik korban yang diangkat dari TKP. Kemudian ada mobil juga. Termasuk alat bukti pelaku yang diamankan. Ada satu sepatu milik trsangka di bakar dan saat ini sedang dicari tim penyidik,” kata Kapolda.

Sementara untuk lokasi pembunuhan diduga korban dibunuh di rumahnya pada 29 November dini hari, dan sudah ditunggu oleh pelaku JP dan istrinya ZH, sebelum akhirnya dibuang ke kawasan perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Deliserdang. 

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan paaal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 ayat (1) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00