Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Relawan Eco Enzim Cuci Sungai dan Parit di Medan

KBRN, Medan : Relawan eco enzim dari sejumlah komunitas melakukan pencucian sungai dan parit di Kota Medan, untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Pencucian sungai dengan menuangkan atau memasukkan eco enzim ke dalam air sungai tersebut dilakukan di Sungai Deli kawasan Avros, Sungai Babura di kawasan Kampung Madras, Sungai Sulang Saling di Jalan Bromo dan di parit besar di SMA Negeri 8 Medan.

Fasilitator dari Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Medan mengatakan, Yeni Siregar, mengatakan, kegiatan tersebut digagas relawan eco enzim, yang mengembangkan pengelolaan limbah rumah tangga organik menjadi eco enzim, yakni cairan dari fermentasi sampah dapur atau limbah rumah tangga.

“Kita sejak tiga bulan lalu sudah membuat eco enzim dari limbah rumah tangga. Dan ini periode panennya, jadi kita buat secara serentak di 4 titik, Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Sulang-saling dan parit busuk di SMA Negeri 8,” katanya pada pencucian Sungai Sulang Saling di Jalan Bromo Medan, Kamis (5/12/2019).

Yeni menyebutkan, pemilihan tempat pencucian tersebut karena sungai dan parit yang dipilih melintasi perkampungan padat penduduk di Kota Medan. Menurut Yeni, gerakan tersebut merupakan gerakan peduli lingkungan dan gerakan peduli pengelolaan limbah rumah tangga. Pihaknya berharap gerakan tersebut dapat menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam pengolahan limbah dapur menjadi lebih bermanfaat bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Kita berharap ini jadi pemicu masyarakat. Mungkin tidak mengatasi permasalahan secara tuntas. Tapi kita sudah membuat gerakan yang kita harapkan semua komponen masyarakat terlibat di dalamnya,” jelasnya.

Sementara Rena Arifah dari Rumah Briket mengungkapkan, dengan menuangkan eco enzim ke dalam sungai dan parit akan membuat air sungai dan parit menjadi lebih bersih dan tidak berbau, karena  eco enzim berisi banyak bakteri baik yang akan membunuh bakteri jahat di sungai dan parit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00