Kasus Pemalsuan Data Otentik Lahan Miliaran Rupiah, Pendi Akui Saudara Tua Terdakwa Apriliani

KBRN , Medan  :  Pendi mengaku saudara tua dari Apriliani terdakwa kasus pemalsuan data otentik atas kepemilikan seluas 14.910 M2 yang berada dikawasan Jalan Pancing II Lk II, Kelurahan Besar/Kampung Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, Sumatra Utara.Hal ini disampaikan Pendi dalam kesaksian dalam persidangan yang berlangsung di Cakra7, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (03/11).

Selain itu Pendi  juga mengaku dihadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong dan Penuntut Umum, Randi Tambunan serta penasehat hukum terdakwa, tidak keberatan kalau adiknya telah menjual lahan senilai Rp8.585.500.000,-  kepada Lo Ah Hong yang  masih kerabatnya.

Pendi menjelaskan , ia sudah putus hubungan komunikasi dengan adiknya  Sejak  2008 lalu, dan kembali bertemu  sekitar 2017 .Namun ketika Majelis Hakim kemana ia pergi semenjak 2008, Pendi mengatakan masih diseputaran Medan dan sesekali keluar kota.  "Tapi kalau komunikasi sama sekali tidak pernah dilakukan,"ucap Pendi dihadapan majelis Hakim Tengku Oyong.

Pendi  menyebutkan  dari hasil penjualan lahan tersebut, dirinya hanya menerima Rp10 Juta.

Dalam persidangan itu, Majelis maupun Jaksa menanyakan apakah saksi marah kalau adiknya tidak mengakui kalau ia sebagai saudara tua, lagi-lagi Pendi mejawab  tidak ada masalah. 

Sementara Saksi pelapor, Ikhyar Sagala mengatakan ,  ada penjualan dari pihak nenek terdakwa kepada keluarga Budi Tukimin. Selain itu, Ikhyar menyatakan ,  terdakwa tidak pernah tinggal dilokasi dan tidak mengenal  para saksi diantaranya kakak beradik Lina dan Anto serta Pendi dan Suryadi.

Menurut Ikhyar ,  kenapa ia selaku kuasa dari Lina dan Anto, karena terdakwa telah memalsukan keterangan dirinya sebagai anak tunggal padahal ia masih mempunyai saudara tua yang bernama Pendi.(Rahmi Siregar)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00